Manajemen Liverpool resmi memecat pelatih kepala Arne Slot menyusul kegagalan klub meraih satu pun trofi sepanjang musim 2025/2026.

Keputusan ini memicu gejolak di ruang ganti akibat dugaan hubungan yang tidak harmonis antara Slot dan para pemain, serta penurunan performa tim.

>>> Manchester City Tekuk Crystal Palace 3-0, Dekati Arsenal di Puncak Klasemen

Menurut laporan media Jerman Bild, Slot dituding bersikap arogan dan kerap melontarkan sindiran pribadi kepada pemain baru yang didatangkan dari Bundesliga.

Akibat situasi tersebut, sejumlah staf pelatih seperti Sipke Hulshoff, Ruben Peeters, dan Giovanni van Bronckhorst juga meninggalkan posisi mereka di Anfield.

Rio Ngumoha Jadi Sisi Positif

Di tengah masa sulit, performa pemain muda Rio Ngumoha menjadi salah satu hal positif bagi The Reds.

Sebelum dipecat, Slot sempat memberikan pandangannya tentang masa depan sang penyerang sayap setelah ia mencetak gol ke gawang Fulham pada April lalu.

"Ya, tetapi bukan hanya masa depan jangka panjang, juga masa depan yang dekat," kata Slot.

Manajemen klub mengapresiasi kontribusi Ngumoha yang telah tampil dalam 29 pertandingan di semua kompetisi musim ini.

Slot menilai pemain berusia 17 tahun itu memiliki kemampuan istimewa yang mulai langka dalam sepak bola modern.

"Dia menunjukkan makin banyak hal setiap kali masuk bermain, tetapi juga saat sesi latihan. Bukan hanya memiliki trik-trik menarik, melainkan semakin banyak kontribusi nyata dalam permainannya," ungkap Slot.

Adaptasi fisik juga dinilai krusial bagi Ngumoha untuk menghadapi ketatnya persaingan di level tertinggi.

"Dia semakin kuat. Itu yang dibutuhkan jika Anda bermain melawan para bek terbaik di dunia.

Jadi, saya rasa tidak ada yang terkejut ketika dia akhirnya mencetak gol pertamanya di Anfield," tutur Slot.