Hasil dari uji coba global tersebut menunjukkan peningkatan throughput downlink hingga mencapai 20 persen. Efisiensi spektral juga mengalami perbaikan hingga 10 persen.

Sistem ini diklaim mampu memberikan dukungan hingga dua kali lipat lebih banyak untuk pengguna dengan lalu lintas komunikasi tinggi.

Akurasi prediksi cakupan AI di RAN ini juga disebut mencapai 95 persen.

Marten Lerner, head of networks strategy and product management Ericsson, mengatakan bahwa perusahaan ingin mendefinisikan ulang apa yang mungkin terjadi di jaringan seluler dengan menghadirkan kemampuan AI yang canggih kepada penyedia layanan.

Ia menambahkan bahwa Ericsson mengambil langkah besar menuju jaringan berbasis AI.

Sejumlah mitra global seperti SoftBank, Bell, SK Telecom, dan Rogers memberikan respons positif. Mereka fokus pada potensi optimalisasi waktu nyata, penghematan energi, otomatisasi, dan dukungan layanan berbasis AI.

>>> Meta Perbaiki Gangguan Massal WhatsApp, Instagram, dan Facebook

Joe Madden, analis utama di Mobile Experts, menilai bahwa dengan peningkatan perangkat lunak, operator dapat memaksimalkan kapasitas, pengamatan yang lebih baik, dan layanan berbasis lokasi yang lebih akurat dari jaringan 5G yang mereka beli bertahun-tahun lalu.