Aktivitas perdagangan di Bursa Berjangka Jakarta (JFX) tetap semarak meskipun volatilitas harga komoditas global membayangi.

Investor masih aktif melakukan jual beli, kendati perubahan harga terjadi secara signifikan.

>>> Drama Korea Teach You a Lesson Kim Mu Yeol Kuasai Top 10 Netflix

Harga emas berjangka mengalami koreksi dalam enam bulan terakhir sebesar 1,52 persen, menurut data Investing. com.

Dalam tiga bulan terakhir, harga emas terkoreksi 17,13 persen, dan dalam satu bulan terakhir melemah 9,37 persen.

Secara tahunan, harga emas berjangka masih menguat 24,84 persen.

Sementara itu, harga timah berjangka menguat 24,83 persen dalam enam bulan terakhir.

Komoditas ini juga naik 4,36 persen dalam tiga bulan terakhir, meskipun sempat tergerus 5,77 persen dalam satu bulan terakhir.

Secara tahunan, harga timah berjangka melesat hingga 58,46 persen.

Transaksi PALN dan Olein Melonjak

JFX mencatat volume transaksi instrumen Penyalur Amanat Luar Negeri (PALN) mencapai 2,31 juta pada periode 1-6 Juni 2026, naik 37,22 persen dari pekan sebelumnya.

Nilai transaksi PALN melambung 190,32 persen menjadi Rp58,52 triliun, dengan harga rata-rata Rp25,38 juta.

Rata-rata transaksi olein juga tercatat Rp220,63 juta, melonjak 110,33 persen dibandingkan pekan sebelumnya.

Pelaku pasar merespons perkembangan kebijakan B50 di Indonesia.

Volatilitas Tarik Minat Trader

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan volatilitas pasar justru menarik bagi trader spekulatif.

Pergerakan harga yang tajam memungkinkan trader mengeksekusi harga dan keluar dengan cepat.

Mayoritas klien Doo Financial bertransaksi emas, sehingga volatilitas cocok bagi trader spekulatif.

Penurunan harga emas juga menarik minat investor jangka panjang untuk akumulasi harga lebih murah.

>>> Timnas AS Hadapi Paraguay di Laga Perdana Grup D Piala Dunia 2026