PT Bursa Berjangka Jakarta (JFX) berencana menerbitkan produk derivatif baru untuk memperkuat kinerja industri domestik di tengah fluktuasi pasar komoditas global.

Langkah ini diumumkan pada Jumat (11/6/2026) sebagai komitmen lembaga dalam memajukan pasar komoditas dalam negeri.

>>> Kemdiktisaintek Rampung Periksa Rifaldy Fajar Cs Terkait Riset Palsu

Saat ini, JFX tercatat telah mengelola minimal empat jenis kontrak berjangka.

Tujuan Penerbitan Derivatif Baru

Direktur Utama Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) Yazid Kanca Surya menjelaskan bahwa penyediaan variasi instrumen ini bertujuan agar para pelaku industri memiliki opsi yang lebih luas dalam aktivitas perdagangan.

"Kira-kira ada beberapa alternatif derivatif yang akan diwujudkan supaya stakeholder di industri bisa mempertimbangkan ini. Mereka bisa pakai instrumen kita untuk melakukan hedging atau spread," kata Yazid.

>>> 5 Tradisi Tahun Baru Islam di Berbagai Daerah Indonesia

Fasilitas ini diproyeksikan mampu mendukung peran JFX sebagai sarana manajemen risiko bagi produsen.

Melalui mekanisme penawaran dan permintaan harian, pelaku usaha dapat mengunci harga untuk mengantisipasi fluktuasi nilai aset.

Produk yang Sudah Ada

Lembaga yang berdiri sejak 1999 ini memfasilitasi perdagangan kontrak berjangka emas, timah, batu bara, kelapa palm, dan kopi.

>>> Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 4 pada Juli 2026, Kuota 150.000 Peserta

Selain itu, platform elektronik ini juga menyediakan akses Sistem Perdagangan Alternatif untuk valuta asing serta indeks di bawah pengawasan Bappebti.