Umat Muslim di Indonesia menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram dengan beragam tradisi yang memadukan nilai keagamaan dan budaya lokal.

Tradisi-tradisi ini menjadi momen untuk memperbanyak ibadah, refleksi diri, dan mempererat kebersamaan.

>>> Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 4 pada Juli 2026, Kuota 150.000 Peserta

Berikut lima tradisi menyambut Tahun Baru Islam yang masih dijalankan di berbagai daerah di Indonesia.

Lima Tradisi Unik Tahun Baru Islam

Mabit di Masjid menjadi salah satu tradisi yang dilakukan dengan menginap semalam di masjid.

Kegiatan ini diisi dengan istighosah, pembacaan doa akhir dan awal tahun, pengajian, serta ceramah agama.

Tradisi ini bertujuan memperkuat keimanan dan meningkatkan ketakwaan umat Islam menjelang 1 Muharram.

Pawai Obor merupakan tradisi yang paling meriah dan dinantikan anak-anak serta remaja. Mereka berjalan mengelilingi kampung sambil membawa obor dan melantunkan shalawat.

Selain menyemarakkan pergantian tahun Hijriah, kegiatan ini menjadi sarana mempererat kebersamaan dan menumbuhkan semangat keislaman.

Bubur Suro identik dengan wilayah Jawa Barat dan sebagian Jawa Tengah. Masyarakat bergotong royong menyiapkan dua jenis bubur, yaitu bubur merah dan bubur putih yang dimasak terpisah.

Setelah pengajian dan doa bersama di masjid, bubur tersebut disajikan dan disantap bersama sebagai bentuk rasa syukur serta mempererat silaturahmi.

>>> Harga Bitcoin Melonjak Usai Trump Batalkan Serangan ke Iran

Kirab Kebo Bule dipersembahkan di Kota Solo untuk memperingati malam 1 Suro.

Kirab budaya ini menampilkan arak-arakan kerbau albino milik Keraton Surakarta yang dianggap sebagai hewan keramat peninggalan Kyai Slamet.

Kirab ini disertai pengawalan pusaka keraton dan menjadi bagian penting dari rangkaian upacara budaya yang dijunjung tinggi masyarakat setempat.