Harga Bitcoin (BTC) melonjak 3 persen hingga menembus level US$ 63.400 pada Jumat (12/6/2026).

Kenaikan ini terjadi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump membatalkan rencana serangan militer ke Iran.

>>> Polda Metro Jaya Patroli Siber Antisipasi Provokasi Aksi Mahasiswa

Keputusan tersebut memicu optimisme pasar terkait kesepakatan damai yang diperkirakan rampung akhir pekan ini.

Sebelumnya, harga Bitcoin sempat tertekan di kisaran US$ 61.100 akibat aksi jual.

Produk ETF Bitcoin spot bahkan mencatat arus keluar bersih mencapai US$ 4,4 miliar selama 13 sesi berturut-turut.

Pemulihan ini sejalan dengan penguatan pasar modal AS, di mana indeks S&P 500 naik 1,75 persen dan Nasdaq melonjak 2,5 persen.

Sebaliknya, harga minyak mentah Brent merosot sekitar 3 persen mendekati US$ 90 per barel seiring meredanya risiko pasokan.

Mata Uang Kripto Lain Ikut Menguat

Sinyal damai ini juga mendorong pertumbuhan sejumlah mata uang kripto alternatif.

>>> Jadwal Piala Dunia 13 Juni 2026: Kanada dan AS Tampil Perdana

Ethereum naik 4 persen, Solana menguat 6,8 persen, dan Cardano naik 6,6 persen.

Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian pada rapat bank sentral AS, The Federal Reserve, pada 16–17 Juni 2026.

Probabilitas pasar menunjukkan 98 persen The Fed akan mempertahankan suku bunga acuan.

Seorang pengamat pasar mengatakan, jika The Fed memberikan sinyal jelas soal penurunan suku bunga, hambatan terakhir akan hilang.

Namun, jika pernyataan mereka bernada hawkish atau ambigu, euforia dari kesepakatan Iran bisa memudar.

>>> Pemprov DKI Padamkan Lampu Serentak Satu Jam pada 13 Juni

Keputusan The Fed pada 17 Juni akan menjadi indikator utama arah aliran modal institusional ke pasar aset kripto.