Sepanjang 2026, Doo Financial Futures Indonesia mencatat pertumbuhan jumlah klien 200 persen dibandingkan periode sama 2025.

Presiden Komisaris HFX International Berjangka Sutopo Widodo menilai minat investor masih besar karena industri berjangka bisa transaksi dua arah.

HFX International Berjangka menargetkan pertumbuhan investor dan transaksi 20-30 persen tahun ini.

Sutopo menambahkan prospek industri berjangka Indonesia solid dan tidak mengenal krisis karena peluang dua arah.

Direktur Utama JFX Yazid Kanca Surya optimistis perkembangan industri berjangka nasional tetap solid di tengah fluktuasi harga.

Optimisme didorong oleh hilirisasi di sektor strategis yang memudahkan JFX menerbitkan kontrak baru.

JFX memiliki empat kontrak: multilateral, over-the-counter, fisik, dan PALN.

Kontrak PALN memberi ruang investor dalam negeri bertransaksi saham luar negeri dengan harga terjangkau.

JFX juga meluncurkan kontrak ukuran kecil seperti mini, mikro, dan nano agar masyarakat menengah ke bawah bisa bertransaksi mulai Rp100.000-Rp200.000.

Ke depan, JFX berencana mengembangkan produk derivatif untuk mendukung hedging, spread, atau arbitrase di industri timah.

Direktur JFX Syarifah Nuly Nazlia mengatakan aktivitas transaksi tidak menurun di tengah volatilitas.

JFX justru memperluas anggota bursa, yang bertumbuh menjadi 83 perusahaan pada 2025 dari 74 perusahaan pada 2020.

Volume transaksi multilateral JFX tumbuh 5 persen YoY pada Januari-Maret 2026 menjadi 512.607 lot.

Transaksi share purchase agreement (SPA) juga tumbuh 29 persen YoY pada periode yang sama.

>>> Natieva Kids Hadirkan Les Inggris Online dengan Kurikulum Cambridge

Syarifah menekankan bahwa fluktuasi justru menjadi peluang berdagang, asalkan margin call dijaga agar tidak terjadi gagal bayar.