Elon Musk Resmikan IPO SpaceX di Nasdaq, Pecahkan Rekor Global
SpaceX resmi mencatatkan saham perdananya di bursa Nasdaq pada Jumat, 12 Juni 2026.
Pendiri sekaligus CEO Elon Musk memimpin upacara pembukaan perdagangan melalui panggilan video dari markas Starbase di Texas.
>>> Zlatan Ibrahimovic Tak Sabar Lihat Aksi Lamine Yamal di Piala Dunia 2026
Perusahaan kedirgantaraan tersebut menggunakan kode emiten SPCX. Harga saham ditetapkan sebesar 135 dolar AS per lembar dengan melepas 555,6 juta saham.
IPO ini berhasil menghimpun dana sebesar 75 miliar dolar AS. Berdasarkan laporan Forbes, kapitalisasi pasar SpaceX kini mencapai 1,77 triliun dolar AS.
Angka tersebut menjadikan SpaceX sebagai perusahaan paling berharga ketujuh di Amerika Serikat, melampaui Tesla.
Minat awal pasar sangat tinggi, dengan saham SPCX dibuka melonjak hingga 175 dolar AS per lembar atau naik sekitar 30 persen dari harga IPO.
Lonjakan nilai ini memposisikan Musk di ambang menjadi triliuner pertama di dunia. IPO ini juga diproyeksikan mencetak sekitar 4.400 jutawan baru dari kalangan karyawan SpaceX.
Perjalanan Panjang SpaceX
Dalam sambutannya, Musk menyoroti perjalanan panjang perusahaan yang awalnya ia prediksi akan gagal. Ia mengaku memberi SpaceX peluang sukses kurang dari 10 persen.
>>> 562 Pemanah Muda Bersaing di MilkLife Archery Challenge 2026 Seri 1 Kudus
Musk berterima kasih kepada Gwynne Shotwell, salah satu karyawan pertama yang kini menjabat presiden perusahaan. Ia menekankan bahwa SpaceX didirikan untuk mewujudkan masa depan eksplorasi antariksa yang ambisius.
Musk menegaskan ambisinya untuk membuka akses perjalanan ke Bulan dan Mars bagi masyarakat luas, bukan hanya astronot profesional.
"Kami ingin membawa Anda ke Bulan, ke Mars, dan pada akhirnya melampaui tata surya," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa meskipun Bumi memiliki banyak masalah, umat manusia tetap membutuhkan hal-hal besar yang memicu antusiasme masa depan.
"Itulah masa depan yang ingin SpaceX hadirkan untuk Anda," kata Musk.
IPO SpaceX resmi menggeser rekor global yang sebelumnya dipegang oleh perusahaan minyak Saudi Aramco saat melantai di bursa pada 2019.
>>> Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier Kunjungi Indonesia 15 Juni 2026
Pencapaian ini menandai babak baru bagi industri antariksa komersial.
Update Terbaru
Porsche Carrera GT Dimodifikasi Ekstrem Gemballa Mirage GT Dilelang
Selasa / 28-07-2026, 07:56 WIB
Fase Koreksi IHSG Berlanjut, Simak Proyeksi dan Saham Pilihan
Selasa / 28-07-2026, 07:56 WIB
Terungkap Alasan John Herdman Pantau Timnas Indonesia dari Tribun VIP
Selasa / 28-07-2026, 07:51 WIB
Sikap Tegas Presiden Suriah Terkait Kerjasama Keamanan dan Israel
Selasa / 28-07-2026, 07:50 WIB
Siswi SD Menangis Jadi Korban Bully Teman Sebaya Soal Rumah dan Ayah
Selasa / 28-07-2026, 07:49 WIB
Solusi Suntikan Dana Pusat Antisipasi Masalah Gaji ASN Daerah
Selasa / 28-07-2026, 07:42 WIB
Andrea Pirlo Dijegal dari Kursi Pelatih Timnas Italia Akibat Isu Duta Rumah Judi
Selasa / 28-07-2026, 07:42 WIB
Penyebab Hepatitis Sulit Terdeteksi Sejak Dini Menurut Medis
Selasa / 28-07-2026, 07:42 WIB
Lanjutan Insentif Kendaraan Listrik Diselaraskan Proyek Mobil Lokal
Selasa / 28-07-2026, 07:35 WIB
Bentrok di Menteng Tewaskan Warga, KemenHAM Wanti-Wanti Isu SARA
Selasa / 28-07-2026, 07:35 WIB
Data Chat Claude Bocor di Google, Anthropic Beri Penjelasan Ini
Selasa / 28-07-2026, 07:28 WIB
Kisah Bos Marvel Rekrut David Jonsson Sebagai Pemeran Baru Black Panther
Selasa / 28-07-2026, 07:28 WIB
Lawatan Awal Pekan Cubs ke Markas Cardinals Dimulai Hari Ini
Selasa / 28-07-2026, 07:23 WIB
Aplikasi Google Gratis Ini Bantu Temukan Tumpukan File Sampah di Ponsel
Selasa / 28-07-2026, 07:22 WIB







