Tekanan Rupiah dan Kenaikan Suku Bunga BI: Ujian Kredibilitas Ekonomi Indonesia
Dalam konteks Koperasi Merah Putih, misalnya, Yossi menilai pemerintah perlu memperkuat sistem pelaporan, pengawasan, dan akuntabilitas untuk menjawab berbagai keraguan yang berkembang di masyarakat.
Ia menegaskan bahwa berbagai dugaan penyimpangan atau persoalan tata kelola yang muncul harus segera dijawab melalui investigasi independen, transparan, dan berbasis fakta.
“Keterbukaan hasil investigasi oleh institusi yang berwenang merupakan prasyarat penting untuk memperkuat kredibilitas kelembagaan serta menjaga kepercayaan publik terhadap program,” katanya.
>>> BRI Siapkan Rp500 Miliar untuk Buyback Saham, Jaga Stabilitas Pasar
Adapun pilar ketiga adalah kredibilitas makroekonomi, yang mencakup menjaga independensi Bank Indonesia, stabilitas nilai tukar rupiah, serta koordinasi yang sehat antara kebijakan fiskal dan moneter tanpa mengaburkan peran masing-masing otoritas.
BI Harus Tetap Independen
Yossi menegaskan bahwa independensi Bank Indonesia merupakan elemen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional, terutama di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan tekanan terhadap pasar keuangan domestik.
Menurutnya, independensi bank sentral tidak semata-mata untuk memenuhi ekspektasi pelaku pasar, melainkan untuk melindungi daya beli masyarakat dari risiko inflasi dan gejolak ekonomi.
“Independensi Bank Indonesia harus dijaga bukan untuk menyenangkan pasar, tetapi untuk melindungi daya beli rakyat,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa disiplin fiskal tidak boleh dipersepsikan sebagai penolakan terhadap program-program pro rakyat.
Sebaliknya, disiplin fiskal diperlukan agar program tersebut dapat dibiayai secara berkelanjutan dan tidak menimbulkan risiko bagi stabilitas ekonomi.
Di sisi lain, kepastian berusaha juga dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan investor.
Menurut Yossi, kepastian regulasi bukan berarti memberikan ruang tanpa batas kepada korporasi, melainkan menciptakan lingkungan usaha yang memungkinkan investasi, produksi, ekspor, dan penciptaan lapangan kerja berlangsung dengan risiko yang terukur.
“Disiplin fiskal bukan berarti menolak program rakyat, melainkan memastikan program rakyat dapat dibiayai secara berkelanjutan.
>>> Pemprov DKI Buka Pendaftaran Sekolah Swasta Gratis Juni 2026
Kepastian usaha bukan berarti menyerahkan ekonomi kepada korporasi, melainkan menciptakan lingkungan agar investasi, produksi, ekspor, dan penciptaan kerja dapat berjalan dengan risiko yang terukur,” kata Yossi.
Update Terbaru
Telkomsel Raih Tiga Penghargaan di Twimbit Telecom Awards 2026
Jumat / 12-06-2026, 19:32 WIB
Kementerian ATR/BPN Usulkan Tambahan Anggaran Rp 3,23 Triliun untuk 2027
Jumat / 12-06-2026, 19:32 WIB
Banjir Pertama dalam 19 Tahun, Keluarga Ini Alami Momen Panik
Jumat / 12-06-2026, 19:31 WIB
Pengguna ChatGPT Tembus 1 Miliar di Tengah Lonjakan Adopsi AI Global
Jumat / 12-06-2026, 19:31 WIB
OIKN Petakan 16 Instansi Prioritas untuk Pindah ke IKN
Jumat / 12-06-2026, 19:29 WIB
Alfa Romeo Tonale Dilaporkan Akan Dihentikan Produksinya pada 2027
Jumat / 12-06-2026, 19:29 WIB
Chrysler Yakin Platform STLA One Jadi Kunci Ekspansi
Jumat / 12-06-2026, 19:29 WIB
Kontroversi Kontribusi Penerima Beasiswa LPDP: Antara Kepulangan Fisik dan Jaringan Global
Jumat / 12-06-2026, 19:28 WIB
Putri Kerajaan Thailand Bajrakitiyabha Mahidol Meninggal Dunia
Jumat / 12-06-2026, 19:28 WIB
Transformasi Layanan KAI Jadi Rujukan Sektor Publik
Jumat / 12-06-2026, 19:28 WIB
Komdigi Imbau Publik Saring Informasi Sebelum Dibagikan
Jumat / 12-06-2026, 19:28 WIB
Kawasaki Indonesia Jual Skuter Matik Modenas Brusky 125 di PRJ 2026
Jumat / 12-06-2026, 19:27 WIB
Kelola THR dengan Budget Map agar Keuangan Pascalebaran Tetap Aman
Jumat / 12-06-2026, 19:26 WIB
AS Berpotensi Hadapi Iran di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Jumat / 12-06-2026, 19:26 WIB






