Tekanan Rupiah dan Kenaikan Suku Bunga BI: Ujian Kredibilitas Ekonomi Indonesia
Tekanan terhadap nilai tukar rupiah, keluarnya sebagian dana asing dari pasar keuangan domestik, hingga langkah tak biasa Bank Indonesia menaikkan suku bunga di luar jadwal rapat rutin dinilai menjadi sinyal bahwa perekonomian Indonesia sedang menghadapi ujian kredibilitas yang serius.
Peneliti Ekonomi Global Research on Economics, Advance Technology and Politics (Great Institute), Yossi Martino, mengatakan kondisi tersebut tidak hanya mencerminkan tantangan jangka pendek di pasar keuangan, tetapi juga menjadi ujian terhadap kemampuan pemerintah menjalankan berbagai program strategis nasional secara berkelanjutan.
>>> Harga Energi Dunia Melemah Dipicu Sentimen Geopolitik AS
Menurutnya, pasar saat ini tengah menilai apakah agenda besar pemerintah, mulai dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), penguatan Koperasi Merah Putih, pengelolaan Danantara, hingga reformasi tata niaga komoditas strategis, dapat dijalankan dengan disiplin fiskal, independensi moneter, kepastian regulasi, serta tata kelola kelembagaan yang kuat.
“Tekanan terhadap rupiah, keluarnya sebagian dana asing dari pasar keuangan, sorotan lembaga pemeringkat dan penyedia indeks global, serta keputusan BI menaikkan suku bunga di luar jadwal rutin menunjukkan bahwa Indonesia sedang menghadapi ujian kredibilitas,” ujarnya, Jumat (12/6/2026).
Tiga Pilar Kredibilitas yang Harus Dijaga
Dalam kondisi saat ini, Yossi menilai pemerintah perlu menjaga tiga pilar kredibilitas secara bersamaan agar kepercayaan investor dan publik tetap terjaga.
Pertama adalah kredibilitas fiskal, yakni memastikan setiap program prioritas memiliki sumber pembiayaan yang jelas, target yang terukur, serta batas risiko yang dapat dikendalikan.
Menurut Yossi, program-program besar pemerintah harus didukung perencanaan fiskal yang matang agar tidak membebani stabilitas ekonomi dalam jangka panjang.
Kedua adalah kredibilitas kelembagaan.
Pemerintah dinilai perlu memastikan seluruh program strategis memiliki tata kelola yang baik, indikator kinerja yang jelas, mekanisme evaluasi berkala, serta sistem pengawasan yang transparan.
Update Terbaru
Pahami Aturan Battery Swap Sebelum Memilih Sepeda Motor Listrik
Jumat / 12-06-2026, 18:06 WIB
TVRI Siarkan Langsung Belasan Laga Piala Dunia 2026 Hari Ini
Jumat / 12-06-2026, 18:06 WIB
Justin Hubner Resmi Nikahi Jennifer Coppen di Bali dengan Adat Jawa
Jumat / 12-06-2026, 18:06 WIB
Memahami Tafsir Kun Fayakun dalam Surat Yasin Ayat 82
Jumat / 12-06-2026, 18:06 WIB
Xiaomi 17T vs Samsung Galaxy S25 FE: Persaingan Ketat di Pasar Premium
Jumat / 12-06-2026, 18:05 WIB
Batik: Pakaian Fleksibel untuk Segala Acara, Wajib Ada di Lemari
Jumat / 12-06-2026, 18:05 WIB
Al Anam Ayat 32: Peringatan agar Manusia Tidak Terbuai Kesenangan Dunia
Jumat / 12-06-2026, 18:05 WIB
Piala Dunia 2026 Gagal Dongkrak Turis Asing, Sektor Wisata AS Lesu
Jumat / 12-06-2026, 18:02 WIB
Justin Hubner Resmi Nikahi Jennifer Coppen di Bali dengan Adat Jawa
Jumat / 12-06-2026, 18:01 WIB
PT Timah Tbk Hapus Jabatan Wakil Direktur Utama dalam RUPST
Jumat / 12-06-2026, 18:01 WIB
Justin Gaethje Bertekad Patahkan Rekor Buruk Lawan Juara di UFC Freedom 250
Jumat / 12-06-2026, 18:01 WIB
Harga Bitcoin Diprediksi Rebound Kuat pada Tahun 2027
Jumat / 12-06-2026, 18:00 WIB
Kementerian ESDM dan PLN Rapat Maraton Atasi Pemadaman Listrik di Jawa
Jumat / 12-06-2026, 17:57 WIB
Investor Asing Belum Kembali ke Bursa Saham Indonesia, Jual Bersih Capai Rp80 Triliun
Jumat / 12-06-2026, 17:56 WIB






