Menurut Bagus, fokus investasi pada instrumen jangka pendek membuat BSLD memiliki tingkat likuiditas yang relatif tinggi.

"Instrumen pasar uang berbasis dolar dapat menjadi salah satu pilihan bagi investor yang mengutamakan fleksibilitas dalam pengelolaan dana sekaligus ingin membangun eksposur terhadap dolar AS secara bertahap," ujarnya.

Di tengah volatilitas nilai tukar yang masih membayangi pasar keuangan, instrumen berbasis dolar AS dinilai dapat menjadi pelengkap strategi diversifikasi portofolio.

"Bagi investor yang ingin memiliki eksposur terhadap dolar AS dengan risiko yang terukur dan sesuai kebutuhan likuiditas, instrumen pasar uang dolar dapat menjadi titik awal yang relevan.

>>> Sinarmas Sekuritas Rekomendasikan Beli Saham TUGU dengan Target Rp1.700

Yang terpenting, setiap keputusan investasi harus tetap disesuaikan dengan tujuan keuangan dan profil risiko masing-masing," tutup Bagus.