Diversifikasi Portofolio Lewat Investasi Berbasis Dolar AS
Volatilitas nilai tukar mendorong investor untuk meninjau ulang komposisi portofolio mereka. Eksposur terhadap aset berdenominasi dolar AS kini menjadi pertimbangan dalam strategi diversifikasi.
Kepala Divisi Corporate Secretary & Communication PT BRI Manajemen Investasi (BRI-MI) Bagus Setyawan mengatakan, volatilitas nilai tukar tidak selalu harus dipandang sebagai risiko.
>>> Cara Bayar Iuran BPJS Kesehatan Secara Online dan Offline
Menurutnya, kondisi tersebut dapat menjadi momentum untuk mengevaluasi kembali alokasi aset.
"Ketika volatilitas nilai tukar meningkat, kami melihat investor mulai lebih aktif mengevaluasi komposisi asetnya.
Fokusnya bukan hanya mengelola risiko, tetapi juga mencari peluang diversifikasi yang dapat membantu menjaga keseimbangan portofolio dalam berbagai kondisi pasar," ujar Bagus dalam keterangannya Jumat (12/6/2026).
Ia menambahkan, eksposur terhadap dolar AS kini semakin banyak dipertimbangkan sebagai bagian dari strategi investasi jangka panjang. Hal ini tidak sekadar untuk memanfaatkan pergerakan kurs dalam jangka pendek.
"Eksposur terhadap mata uang yang berbeda dapat menjadi bagian dari strategi diversifikasi portofolio.
Bagi sebagian investor, hal ini juga berkaitan dengan kebutuhan keuangan di masa depan yang memiliki keterkaitan dengan dolar AS," katanya.
Reksadana Pasar Uang Dolar AS
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, BRI-MI menawarkan produk reksadana pasar uang berbasis dolar AS, yakni BRI Seruni Likuid Dolar (BSLD).
>>> Harga Minyak Dunia Anjlok Imbas Pembatalan Serangan Militer ke Iran
Produk ini berinvestasi pada instrumen pasar uang dan surat utang berdenominasi dolar AS dengan jatuh tempo kurang dari satu tahun.
Sejak diluncurkan pada 10 Juli 2025 hingga 8 Juni 2026, BSLD mencatatkan imbal hasil sebesar 3,14% dalam denominasi dolar AS.
Jika dikonversi ke rupiah, imbal hasilnya mencapai 15,54%, ditopang oleh apresiasi dolar AS terhadap rupiah selama periode tersebut.
Update Terbaru
Rupiah Menguat 0,84% dalam Sepekan, BI Beberkan Penyebabnya
Jumat / 12-06-2026, 17:24 WIB
KPK Jadwalkan Pemeriksaan Fuad Hasan Masyhur Pekan Depan
Jumat / 12-06-2026, 17:24 WIB
Dunia Usaha Minta Keseimbangan Program Prioritas dan Keberlanjutan Fiskal
Jumat / 12-06-2026, 17:24 WIB
Zaki Ubaidillah Tembus Semifinal Australian Open 2026 Usai Tekuk Justin Hoh
Jumat / 12-06-2026, 17:24 WIB
Umat Islam Dianjurkan Amalkan Doa Memohon Kelancaran Rezeki
Jumat / 12-06-2026, 17:24 WIB
Sam Altman Bantah AI Picu PHK Massal, Justru Buka Banyak Lowongan
Jumat / 12-06-2026, 17:21 WIB
Real Madrid Alihkan Target ke Ousmane Dembele Usai Transfer Julian Alvarez Buntu
Jumat / 12-06-2026, 17:21 WIB
vivo X Fold6 Hadir dengan Dimensity 9500 Super Edition dan AI File Manager
Jumat / 12-06-2026, 17:20 WIB
Derrick Michael Xzavierro Resmi Gabung Saga Ballooners di B.League Premier Jepang
Jumat / 12-06-2026, 17:20 WIB
Polisi Tutup Jalan Layang Semanggi Imbas Demo Mahasiswa
Jumat / 12-06-2026, 17:20 WIB
BookCabin Travel Fair 2026 Hadirkan Tiket Murah Lion Group di Surabaya
Jumat / 12-06-2026, 17:20 WIB
Nvidia dan Microsoft Kenalkan Teknologi Baru untuk Agen AI Otonom
Jumat / 12-06-2026, 17:20 WIB
Realme C85 Pro Juni 2026: Harga Terbaru, Spesifikasi Lengkap, dan Status Jaringan 5G
Jumat / 12-06-2026, 17:19 WIB
NOAA Peringatkan El Nino Kuat Mulai Melanda, Berpotensi Pecahkan Rekor
Jumat / 12-06-2026, 17:17 WIB






