Kondisi dilematis ini kian kentara karena permintaan kredit dari sektor rumah tangga dan pelaku usaha masih menunjukkan tren pelemahan.

Fenomena tersebut membuat sektor perbankan lebih memilih menempatkan dana mereka di pasar antarbank atau membeli obligasi.

Aliran dana yang minim ke sektor riil memicu perlambatan pertumbuhan kredit di China hingga menyentuh level terendah dalam sejarah.

Situasi ini memicu penyesuaian proyeksi dari para pengamat ekonomi.

Prediksi Kebijakan Suku Bunga Acuan

Sejumlah ekonom memproyeksikan bank sentral China belum akan menurunkan suku bunga acuan mereka hingga tahun 2027.

Keputusan ini dipengaruhi oleh tingginya harga minyak dunia yang terus menekan inflasi di tingkat konsumen maupun produsen.

Proyeksi tersebut mengubah ekspektasi pelaku pasar yang sebelumnya berharap otoritas moneter terus mempertahankan likuiditas longgar demi memacu aktivitas ekonomi.

Langkah teranyar bank sentral mengonfirmasi adanya pergeseran prioritas.

Fokus kebijakan kini lebih diarahkan untuk menjaga stabilitas pasar uang serta meningkatkan efektivitas transmisi moneter.

>>> Kenaikan Harga Pertamax Picu Kekhawatiran Perpindahan ke Pertalite

Otoritas memilih membatasi aliran dana murah yang selama beberapa waktu terakhir membanjiri sistem keuangan negara tersebut.