Investasi Reksadana USD Tetap Menarik di Tengah Suku Bunga Global Tinggi
Investasi reksadana berbasis dolar Amerika Serikat (USD) dinilai masih menawarkan potensi keuntungan bagi investor domestik di tengah suku bunga global yang bertahan tinggi.
Bank sentral AS, The Fed, saat ini mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,50 persen hingga 3,75 persen.
>>> Pancasakti Group Gelar Ajang Lari Jelang IPO Tahun 2029
Kebijakan ini memengaruhi berbagai instrumen reksadana USD secara berbeda.
Menurut analis Triwira, reksadana pasar uang dan pendapatan tetap USD justru diuntungkan oleh lingkungan suku bunga tinggi karena imbal hasil yang atraktif.
Sementara reksadana saham berbasis USD masih berpotensi volatil karena sensitif terhadap arah kebijakan The Fed.
Penundaan penurunan suku bunga atau potensi kenaikan hingga tahun depan diprediksi memberikan dampak tidak seragam pada setiap jenis produk.
Suku bunga tinggi mendukung stabilitas tingkat pengembalian jangka pendek reksadana pasar uang USD. Namun, instrumen pendapatan tetap berpotensi menghadapi tekanan harga jangka pendek.
>>> Timnas Indonesia Naik ke Peringkat 118 Ranking FIFA
Triwira mengingatkan bahwa investasi berbasis USD tidak hanya memiliki risiko nilai tukar, tetapi juga risiko pasar sesuai karakter aset yang dimiliki.
Pemanfaatan momentum penguatan dolar AS terhadap rupiah disarankan untuk membangun eksposur reksadana USD, terutama bagi investor yang membutuhkan diversifikasi portofolio.
Para investor diimbau tidak agresif mengonversi dana dalam satu waktu karena pergerakan kurs sulit ditebak. Metode pembelian bertahap dinilai lebih aman.
Produk Reksadana USD dengan Performa Positif
Berdasarkan data Indovesta Utama per 8 Juni 2026, beberapa produk mencatatkan return positif tahun ini. Panin Global Sharia Equity Fund meraih return tertinggi sebesar 47,19 persen YTD.
Mandiri Asia Sharia Equity Dollar Kelas B membukukan return 38,19 persen YTD, disusul Kelas A sebesar 36,80 persen YTD.
>>> Cara Cek Status BPJS Kesehatan 2026 Pakai NIK KTP, Cepat dan Mudah
Selain reksadana saham, produk pendapatan tetap Danarmas Dollar dari Sinarmas Asset Management juga mencatat imbal hasil positif sebesar 1,75 persen YTD.
Update Terbaru
Rupiah Menguat ke Rp17.930 per Dolar AS pada Jumat Pagi
Jumat / 12-06-2026, 17:26 WIB
Chandra Asri Group dan UNTIRTA Kerja Sama Kelola Sampah Kampus
Jumat / 12-06-2026, 17:25 WIB
Meksiko Kalahkan Afrika Selatan 2-0 di Laga Pembuka Piala Dunia 2026
Jumat / 12-06-2026, 17:25 WIB
Rupiah Menguat 0,84% dalam Sepekan, BI Beberkan Penyebabnya
Jumat / 12-06-2026, 17:24 WIB
KPK Jadwalkan Pemeriksaan Fuad Hasan Masyhur Pekan Depan
Jumat / 12-06-2026, 17:24 WIB
Dunia Usaha Minta Keseimbangan Program Prioritas dan Keberlanjutan Fiskal
Jumat / 12-06-2026, 17:24 WIB
Zaki Ubaidillah Tembus Semifinal Australian Open 2026 Usai Tekuk Justin Hoh
Jumat / 12-06-2026, 17:24 WIB
Umat Islam Dianjurkan Amalkan Doa Memohon Kelancaran Rezeki
Jumat / 12-06-2026, 17:24 WIB
Sam Altman Bantah AI Picu PHK Massal, Justru Buka Banyak Lowongan
Jumat / 12-06-2026, 17:21 WIB
Real Madrid Alihkan Target ke Ousmane Dembele Usai Transfer Julian Alvarez Buntu
Jumat / 12-06-2026, 17:21 WIB
vivo X Fold6 Hadir dengan Dimensity 9500 Super Edition dan AI File Manager
Jumat / 12-06-2026, 17:20 WIB
Derrick Michael Xzavierro Resmi Gabung Saga Ballooners di B.League Premier Jepang
Jumat / 12-06-2026, 17:20 WIB
Polisi Tutup Jalan Layang Semanggi Imbas Demo Mahasiswa
Jumat / 12-06-2026, 17:20 WIB
BookCabin Travel Fair 2026 Hadirkan Tiket Murah Lion Group di Surabaya
Jumat / 12-06-2026, 17:20 WIB






