PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mengambil langkah strategis untuk memperkuat pengelolaan arus kas di tengah era suku bunga tinggi dan pelemahan rupiah terhadap dolar AS.

Perusahaan BUMN karya ini fokus pada percepatan penagihan piutang guna menjaga profitabilitas.

>>> Lenovo Rilis Yoga Earbuds dengan Fitur Dual Device Connectivity

Langkah tersebut diumumkan bersamaan dengan proses merger BUMN sektor karya yang ditargetkan rampung tahun ini.

Komposisi Kontrak dan Divestasi Aset

Perolehan kontrak baru PTPP didominasi proyek pemerintah sebesar 73 persen, disusul BUMN 17 persen, dan swasta 9 persen.

Sektor jalan dan jembatan menyumbang porsi terbesar dengan 46 persen, smelter dan pertambangan 19 persen, serta rumah sakit 14,1 persen.

Manajemen PTPP, Joko, menyebutkan sektor gedung mencapai 10,1 persen, infrastruktur air 4,2 persen, pelabuhan 2,9 persen, sumber daya air 2,2 persen, serta pengolahan air dan limbah serta fasilitas oil & gas masing-masing 0,2 persen.

>>> Edifier Luncurkan FitBuds Turbo dengan ANC 49 dB dan Dukungan LDAC

Proses impairment asset masih berjalan sebagai persiapan integrasi perusahaan kontraktor plat merah.

Perusahaan juga mengagendakan divestasi pada beberapa lini aset di sektor properti, infrastruktur, dan energi sepanjang 2026.

"Langkah ini difokuskan agar dapat meningkatkan fokus operasional, memperbaiki arus kas perseroan, serta menurunkan beban usaha," ujar Joko.

Manajemen menegaskan pemilihan proyek baru akan lebih selektif dengan memprioritaskan proyek yang memiliki kondisi keuangan dan arus kas sehat.

>>> Keadilan Umar bin Abdul Aziz: Bukti Nyata Berantas Kemiskinan

Strategi lainnya termasuk mengoptimalkan klausul eskalasi harga serta efisiensi dan pengelolaan utang.