Kenaikan BI Rate ke 5,5% Diprediksi Tekan Sektor Properti Non-Subsidi
Data REI menunjukkan penurunan calon pembeli di segmen tersebut mencapai lebih dari 40 persen.
"Sedang developer pasti harus menjaga arus cash flow-nya dengan tentunya memberi promo-promo dan subsidi. Intinya harus ikut suffer juga mengurangi profit.
>>> 5 Legenda Sepak Bola yang Jalani Piala Dunia Terakhir di 2026
Apalagi di saat biaya konstruksi juga melonjak naik," tambahnya.
Sementara itu, penurunan pada segmen non-subsidi di kisaran Rp500 juta sampai Rp1 miliar tercatat berada di angka mencapai 20 persen.
Dampak domino dari kenaikan suku bunga beruntun ini diperkirakan baru akan terasa signifikan di lapangan dalam waktu dua hingga tiga bulan ke depan.
"Di sini anomalinya, justru rumah MBR yang penurunannya signifikan sampai dengan 40% ke atas karena daya beli yang berkurang dan PHK juga terjadi di banyak tempat," katanya.
Kekhawatiran juga muncul terhadap potensi penurunan sektor investasi properti baru secara keseluruhan di Indonesia.
"Sedangkan yang non-subsidi di range Rp500 juta sampai dengan Rp1 miliar yang paling terpuruk, bisa sampai dengan 20%," tambah Bambang.
Penyesuaian suku bunga baru oleh perbankan diprediksi segera dieksekusi secara bertahap.
"Rasanya nanti 2-3 bulan kedepan. Kami juga mengkhawatirkan sektor investasi properti baru secara keseluruhan akan ikut menurun," tutupnya.
Pihak Bank Indonesia menjelaskan bahwa suku bunga Deposit Facility turut meningkat sebesar 25 basis poin menjadi 4,5 persen, dan suku bunga Lending Facility naik sebesar 25 basis poin menjadi 6,25 persen.
"Kenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah dari dampak tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah," papar Ramdan Denny Prakoso, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI dalam keterangan pers tertulis, Selasa (9/6/2026).
Langkah pre-emptive ini diambil untuk menjaga inflasi pada tahun 2026 dan 2027 tetap dalam sasaran pemerintah, sekaligus meningkatkan imbal hasil bagi daya tarik aliran investasi portofolio asing.
>>> Trafigura dan Vitol Perluas Pasar Minyak Venezuela ke Asia
Berdasarkan evaluasi pasca Rapat Dewan Gubernur Mei 2026, nilai tukar rupiah menunjukkan perkembangan yang lebih lemah dari perkiraan semula.
Update Terbaru
Bukti Baru Ungkap Nolan Wells Masih Berada di Horn Island Saat Perahu Rekannya Berangkat
Selasa / 28-07-2026, 03:14 WIB
Kasus D4vd: Pesan Teks Ungkap Ancaman Pembunuhan dari Celeste Rivas
Selasa / 28-07-2026, 03:14 WIB
BanG Dream! YUME∞MITA Episode 6 Bawa Alur Cerita ke Arah Berbeda
Selasa / 28-07-2026, 03:07 WIB
Biaya Sewa Tesla Model 3 Termurah Naik 12 Persen di Amerika Serikat
Selasa / 28-07-2026, 03:07 WIB
Catatan Ekspor Mobil Toyota Semester I 2026 Tembus 145 Ribu Unit
Selasa / 28-07-2026, 03:02 WIB
Fakta Penemuan Jenazah Sutrimo di Klinik Terbengkalai Kawasan Jaksel
Selasa / 28-07-2026, 03:01 WIB
Piala AFF 2026: Strategi Sempurna Bawa Indonesia Bekuk Kamboja
Selasa / 28-07-2026, 03:01 WIB
Desakan Projustisia Kudatuli: Komnas HAM Diminta Tuntaskan Kasus
Selasa / 28-07-2026, 02:56 WIB
Koalisi Sipil Desak Pengusutan Transparan Kematian Sutrimo Lewat LPSK
Selasa / 28-07-2026, 02:56 WIB
Mitchell Baker Si Tower Garuda Tampil Mematikan di Piala AFF 2026
Selasa / 28-07-2026, 02:56 WIB
John Herdman Tiru Enrique Pantau Pemain Timnas Indonesia dari Tribun
Selasa / 28-07-2026, 02:49 WIB
Pembaruan Besar Perumahan Final Fantasy 14 Dipersiapkan Square Enix
Selasa / 28-07-2026, 02:49 WIB
Arc System Works Minta Maaf Atas Masalah Teknis Marvel Tōkon: Fighting Souls di PC
Selasa / 28-07-2026, 02:42 WIB
Naoki Yoshida Sebut Remake Final Fantasy Masa Depan Bisa Butuh Lima Seri
Selasa / 28-07-2026, 02:42 WIB







