Trafigura Group dan Vitol Group, dua trader komoditas global, memperluas jangkauan ekspor minyak mentah Venezuela ke sejumlah negara Asia.

Langkah ini dipicu oleh lonjakan produksi minyak di Venezuela serta gangguan pasokan dari Timur Tengah akibat eskalasi perang Iran.

>>> Scott McTominay Sakit Perut Jelang Piala Dunia 2026, Pisah dari Bus Tim

Aktivitas perdagangan baru ini meliputi penawaran minyak mentah jenis Merey 16 kepada kilang-kilang di Korea Selatan dan pengiriman kargo ke Malaysia.

Upaya diversifikasi pasar ke Asia dilakukan seiring produksi minyak Venezuela yang mendekati level tertinggi dalam tujuh tahun terakhir.

Para pedagang juga dilaporkan menawarkan minyak mentah ke India dengan potongan harga hingga US$6 per barel dari patokan Dated Brent.

Penjualan ke India meningkat signifikan setelah jatuhnya pemerintahan Nicolas Maduro pada awal Januari 2026.

Data dari Kpler Ltd menunjukkan Trafigura telah mengirimkan sekitar 500.000 barel minyak Merey 16 menggunakan kapal supertanker Nissos Kea menuju fasilitas penyimpanan di Korea Selatan pada awal Juni 2026.

>>> Kisah Ratu Shima, Penguasa Kalingga yang Hidup Sezaman dengan Nabi Muhammad

Ini menandai impor minyak Venezuela pertama oleh Korea Selatan sejak 2011.

Kapal yang sama kemudian melanjutkan perjalanan ke Malaysia untuk membongkar muatan di pelabuhan yang menyuplai kilang Melaka milik Petronas.

Vitol Group juga mengoperasikan kapal supertanker Solana yang mengangkut 2 juta barel minyak Merey 16 ke fasilitas penyimpanan terapung di lepas pantai Malaysia.

Tekanan terhadap harga minyak fisik global terus berlanjut akibat tingginya volume ekspor AS, pelepasan cadangan darurat, dan penurunan permintaan China.

>>> Keutamaan Membaca Surah Al Mulk Sebelum Tidur, Pelindung dari Siksa Kubur

Penambahan pasokan dari Venezuela dan Timur Tengah turut mempercepat penurunan harga dari level tertinggi awal konflik.