Volume minyak non-Iran yang melintasi Selat Hormuz melonjak sekitar 50 persen sepanjang Juni 2026. Keberhasilan produsen Teluk Persia melewati jalur tersebut menjadi pendorong utama kenaikan ini.

Data dari Vortexa Ltd menunjukkan sedikitnya 1,8 juta barel per hari minyak keluar dari Teluk Persia dalam 10 hari pertama Juni 2026.

>>> Ahli Waris Wajib Balik Nama Sertifikat Tanah Warisan, Ini Syaratnya

Jumlah tersebut naik signifikan dari 1,2 juta barel per hari pada Mei 2026.

Sebaliknya, pengiriman minyak Iran melalui Selat Hormuz anjlok drastis akibat blokade Amerika Serikat. Lembaga pelacak mencatat tidak ada minyak Iran yang melintasi jalur tersebut selama periode awal Juni.

Selat Hormuz menjadi pusat perhatian sejak serangan AS dan Israel pada akhir Februari yang memicu Iran mengambil kendali.

Cengkeraman Iran mulai melemah seiring meningkatnya pelayaran gelap tanpa sinyal pelacakan.

"Melintasi selat tanpa sinyal AIS kini telah menjadi norma baru," kata Xavier Tang, analis pasar senior di Vortexa.

Pasar finansial global mulai mengantisipasi peningkatan arus minyak tersebut. Ketika Otoritas Selat Teluk Persia Teheran mengumumkan penutupan jalur pada Kamis, kontrak berjangka Brent nyaris tidak berubah.

>>> Blibli Luncurkan House of Scent untuk Atasi Keraguan Belanja Parfum Online

Respons pasar ini berbeda dengan awal konflik ketika harga minyak melonjak 13 persen setelah penutupan pertama Selat Hormuz oleh Iran.

Kondisi ini sebagian mencerminkan klaim Presiden Donald Trump terkait proyek rahasia yang membantu sekitar 100 juta barel minyak melewati Hormuz sejak bulan lalu.

Volume minyak Teluk yang berhasil keluar, ditambah penurunan impor minyak mentah China dan pelepasan cadangan darurat, menekan harga kontrak berjangka minyak turun hampir sepertiga dari puncaknya saat konflik memanas.

Eskalasi permusuhan antara AS dan Iran belum menyeret aset energi regional ke dalam konflik bersenjata secara langsung.

Pelaku pasar terus mencermati kemampuan kapal untuk tetap keluar dari kawasan pasca-pernyataan terbaru Teheran.

AS terus meningkatkan intensitas serangan terhadap kapal yang dituduh berupaya memasuki wilayah pelabuhan Iran.

>>> Kenaikan Harga Pertamax Green 95 Picu Pertanyaan soal Keekonomian Bioetanol

CENTCOM menyatakan telah melumpuhkan dua kapal di Teluk Oman sejak pertengahan April, sementara kapal ketiga mengalami kebakaran mesin pada Kamis.