Perusahaan kedirgantaraan milik Elon Musk, SpaceX, resmi bersiap melaksanakan penawaran umum perdana (IPO) terbesar sepanjang sejarah di bursa Nasdaq pada Jumat ini.

Berdasarkan dokumen yang diserahkan kepada Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC), harga saham SpaceX dipatok sebesar US$ 135 per lembar.

>>> Pentingnya Pemeriksaan Berkala Sistem Perkabelan Motor Listrik

Target penghimpunan dana mencapai US$ 75 miliar, yang mendongkrak valuasi perusahaan hingga US$ 1,77 triliun.

Dengan valuasi tersebut, SpaceX menjadi perusahaan paling berharga ketujuh di Amerika Serikat, melampaui Tesla.

Fundamental Bisnis dan Strategi AI

Meskipun secara fundamental masih mencatatkan kerugian bersih dengan akumulasi defisit US$ 41,3 miliar sejak berdiri pada 2002, pendapatan SpaceX melonjak signifikan.

Pendapatan tahun lalu mencapai US$ 18,67 miliar, ditopang oleh unit bisnis internet satelit Starlink dan integrasi divisi kecerdasan buatan xAI.

>>> Harga Emas Antam 12 Juni 2026 Naik Rp 20.000 Per Gram, Ini Rincian Terbarunya

Belanja modal pada kuartal I-2026 tercatat melonjak tajam hingga US$ 10,1 miliar, dengan US$ 7,7 miliar di antaranya dialokasikan khusus untuk pengembangan AI.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya SpaceX memposisikan diri sebagai perusahaan kecerdasan buatan yang terintegrasi secara vertikal.

Posisi Elon Musk

IPO ini diproyeksikan mengukuhkan posisi Elon Musk sebagai triliuner pertama di dunia.

>>> Regulator China Tertibkan Perang Harga Mobil yang Rugikan Pasar

Melalui kepemilikan saham SpaceX senilai US$ 866,5 miliar ditambah asetnya di Tesla, Musk tetap memegang kendali penuh dengan voting power lebih dari 82%.