Baterai, motor penggerak, dan kontroler kerap menjadi fokus utama saat membahas kendaraan listrik. Namun, ada satu komponen penting yang sering terabaikan, yaitu sistem perkabelan atau wiring.

Sistem perkabelan berfungsi sebagai jalur utama untuk mengalirkan daya listrik dari baterai ke kontroler, lalu ke motor penggerak.

>>> Harga Emas Antam 12 Juni 2026 Naik Rp 20.000 Per Gram, Ini Rincian Terbarunya

Spesifikasi dan mutu kabel harus sesuai dengan kebutuhan sistem kelistrikan kendaraan.

Adi Siswanto, Owner Bengkel Sepeda Motor Listrik DyVolt EV Shop, menjelaskan bahwa ketidaksesuaian ukuran kabel dapat menghambat aliran arus listrik.

Dampaknya meliputi penurunan performa, panas berlebih, hingga risiko kebakaran.

>>> Regulator China Tertibkan Perang Harga Mobil yang Rugikan Pasar

Selain distribusi daya, sistem perkabelan juga mengirimkan sinyal penting dari komponen seperti throttle, sistem pengereman, sensor motor, dan panel instrumen.

Kerusakan pada satu jalur kabel saja dapat mengganggu operasional seluruh kendaraan.

Pengecekan Rutin Secara Berkala

Pemilik motor listrik disarankan memeriksa kondisi sistem perkabelan secara rutin. Langkah ini sangat penting bagi kendaraan yang sudah lama digunakan atau sering terpapar banjir dan hujan.

>>> BAKTI Komdigi Ungkap Biaya Operasional BTS 3T Capai Rp30 Juta per Bulan

Tanda-tanda awal kerusakan meliputi konektor longgar, lapisan kabel terkelupas, dan indikasi panas berlebih. Jika dibiarkan, hal ini dapat memicu kerusakan kelistrikan yang lebih parah.