BAKTI Komdigi Ungkap Biaya Operasional BTS 3T Capai Rp30 Juta per Bulan
Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Komdigi mengungkapkan penyebab tingginya biaya operasional menara BTS di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Pelaksana Tugas Direktur Infrastruktur BAKTI Komdigi, Darien Aldiano, menjelaskan bahwa biaya operasional satu site BTS di daerah 3T bisa mencapai Rp30 juta per bulan.
Angka itu jauh lebih tinggi dibandingkan biaya operasional BTS di perkotaan yang hanya berkisar Rp15-20 juta per bulan.
Penyebab Mahalnya Biaya Operasional
Menurut Darien, lonjakan biaya dipicu oleh penggunaan konektivitas satelit akibat ketiadaan infrastruktur serat optik maupun microwave di daerah terpencil.
Operator terpaksa menggunakan Very Small Aperture Terminal (VSAT) untuk menangkap sinyal satelit sebagai backhaul transmisi data.
"BTS itu tidak serta-merta dibangun tower, kemudian kencang. Dari tower itu harus punya dapurnya.
Koneksi di belakang, backhaul-nya. Kalau tidak ada di daerah tersebut, mau tidak mau pakai VSAT.
Nah kalau pakai VSAT ini jadinya mahal dan terbatas," papar Darien.
Selain biaya operasional yang tinggi, penggunaan VSAT juga berdampak pada kapasitas data yang terbatas.
>>> PLTU Jeranjang Pangkas Konsumsi Batu Bara Lewat Cofiring Sampah Organik
Darien menyebutkan kapasitas maksimal BTS dengan VSAT saat ini hanya sekitar 12 Mbps, yang harus dibagi oleh puluhan hingga ratusan pengguna.
Akibatnya, kualitas internet di wilayah 3T sering kali lambat ketika digunakan secara bersamaan untuk aplikasi seperti TikTok atau YouTube.
Di sisi lain, jumlah pengguna yang minim di daerah pelosok membuat operator sulit mencapai skala ekonomi yang menguntungkan.
"Cost-nya tinggi, tapi misalnya satu desa usernya 400 atau 300 orang, atau mungkin 200. Menggunakan paket data juga mungkin yang hemat," ujar Darien.
Meskipun secara bisnis dinilai tidak komersial bagi operator swasta, pemerintah melalui BAKTI Komdigi tetap hadir untuk menyediakan layanan internet di daerah 3T.
"Jadi memang harus ada pihak yang bisa memberikan layanan kepada masyarakat di daerah 3T," tegas Darien.
>>> BI dan PBOC Sepakat Jajaki Peningkatan Nilai Kerja Sama Swap
Pihaknya berharap publik dapat memahami disparitas kualitas jaringan antara wilayah pelosok dan perkotaan, serta faktor-faktor yang memengaruhinya.
Update Terbaru
Kolaborasi Benang Jarum dan Rama Dauhan: Puisi Hujan Bulan Juni Jadi Koleksi Busana Unisex
Senin / 27-07-2026, 18:00 WIB
Robocop 2014 Tayang di Bioskop Trans TV Malam Ini, Simak Sinopsisnya
Senin / 27-07-2026, 18:00 WIB
Indosat Kantongi Spektrum Baru, Jangkauan 5G Makin Luas
Senin / 27-07-2026, 18:00 WIB
Krisis Baterai GAC Aion S: 213.000 Unit Diduga Cacat Manufaktur
Senin / 27-07-2026, 18:00 WIB
Honda QC3 Meluncur di India, Motor Listrik dengan Jarak Tempuh 145 Km
Senin / 27-07-2026, 17:56 WIB
213 Pelanggar Lalu Lintas di Jakarta Pusat Terjaring ETLE, Didominasi Tak Pakai Helm
Senin / 27-07-2026, 17:56 WIB
Harga Far Cry 6 Anjlok ke Rp700 di Microsoft Store, Benarkah?
Senin / 27-07-2026, 17:56 WIB
Pemerintah Mulai Bahas Spektrum 6G, Lelang 5G Baru Rampung
Senin / 27-07-2026, 17:56 WIB
Polisi Bantah Tilang Khusus Ban Motor Gundul, Aturan Lama yang Disalahartikan
Senin / 27-07-2026, 17:49 WIB
Bukan Sekadar Bisnis, Ini Alasan Keselamatan di Balik Ketatnya Aturan Bagasi Kabin
Senin / 27-07-2026, 17:49 WIB
Igor Tolic Puji Kekompakan Persib Usai Kalahkan Arema di Piala Presiden
Senin / 27-07-2026, 17:49 WIB
Usai Libur Sekolah, MBG Bikin Harga Ayam dan Telur Meroket
Senin / 27-07-2026, 17:49 WIB
Mojtaba Khamenei Puji Hizbullah Usai Terima Surat Sumpah Setia, Serukan Jihad
Senin / 27-07-2026, 17:42 WIB
Dokter Muda Diduga Lompat dari Lantai 18 Apartemen Kalibata, Ibu Kunci Pintu
Senin / 27-07-2026, 17:42 WIB







