Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (MIIT) bersama Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar (SAMR) China memanggil sejumlah produsen mobil yang diduga melakukan persaingan tidak sehat.

Langkah ini diambil untuk mengendalikan perang harga di industri otomotif yang dinilai merugikan pasar.

>>> BAKTI Komdigi Ungkap Biaya Operasional BTS 3T Capai Rp30 Juta per Bulan

Asosiasi Mobil Penumpang China (CPCA) melaporkan bahwa aktivitas penjualan kendaraan ritel melemah akibat ekspektasi penurunan harga yang terlalu tinggi dari konsumen.

Tekanan operasional kini meningkat di seluruh rantai pasok industri otomotif di negara tersebut.

CPCA menyatakan bahwa penjualan ritel relatif lemah akhir-akhir ini, sehingga laju produksi dan penjualan perlu diperlambat.

Penurunan ritel ini memicu respons cepat dari pihak berwenang untuk menegakkan aturan persaingan yang sehat.

>>> KABAR DUKA! Putri Bajrakitiyabha Meninggal Dunia Usai 3 Tahun Koma, Thailand Siapkan Berkabung Nasional

MIIT dan SAMR meminta perusahaan-perusahaan tersebut mematuhi hukum dan peraturan secara ketat, termasuk Undang-Undang Harga dan aturan tentang pembatasan dumping di bawah harga pokok.

Instruksi ini dikeluarkan agar para produsen memperkuat tata kelola harga serta menjaga standar kualitas demi melindungi hak konsumen.

Otoritas terkait menegaskan bahwa tindakan ini bertujuan menciptakan tatanan pasar yang sehat dan menyediakan produk berkualitas dengan harga wajar.

>>> PLTU Jeranjang Pangkas Konsumsi Batu Bara Lewat Cofiring Sampah Organik

Identitas perusahaan yang dipanggil tidak diumumkan kepada publik.