Pertemuan tersebut memaparkan persetujuan AMDAL serta rencana kerja pada masa konstruksi.

Ketua Bidang Kajian Mineral Strategis, Mineral Kritis, dan Hilirisasi Mineral di Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) Muhammad Toha menekankan pentingnya faktor lingkungan dan keselamatan dalam dokumen AMDAL.

"Semua tergantung AMDAL. Dokumen AMDAL dan persetujuan teknis basisnya adalah kajian teknis perusahaan," tegasnya.

Direktur Eksekutif Indonesia Mining & Energy Watch Ferdy Hasiman meyakini perusahaan besar seperti PT DPM telah mengikuti semua ketentuan regulasi.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan warga secara terbuka karena wilayah operasional bersinggungan langsung dengan area hidup mereka.

Pemerhati Kebijakan Publik sekaligus Direktur Dehills Institute Hasyim Arsal menjelaskan bahwa dokumen AMDAL berfungsi sebagai instrumen deteksi dini bencana seperti Air Asam Tambang, pencemaran air, erosi, dan perlindungan keanekaragaman hayati.

>>> Meksiko Taklukkan Afrika Selatan 2-0 dalam Laga Banjir Kartu Merah

Dokumen ini juga mengikat perusahaan secara hukum untuk melakukan reklamasi dan revegetasi pada wilayah bekas tambang.