Sebuah festival K-culture bertajuk Fanomenon akan digelar di Korea Selatan pada akhir 2027.

Acara ini dirancang untuk memperkuat posisi Negeri Ginseng sebagai pusat industri fandom global.

>>> Drama 'Agent Kim Reactivated' Raih Rating 23%, Tertinggi Kedua SBS

Panitia Komite Pertukaran Budaya Populer mengumumkan rencana tersebut pada Senin.

Fanomenon merupakan gabungan kata 'fan' dan 'phenomenon' yang mencerminkan peran aktif penggemar dalam menyebarkan budaya Korea.

Festival berlangsung 11 hari, mulai 2 hingga 12 Desember 2027.

Dua lokasi utama akan digunakan: Seoul Arena yang baru selesai dibangun di Changdong dan aula kedua KINTEX di Goyang.

Konser dan Penghargaan untuk Fandom

Seoul Arena akan menjadi pusat pertunjukan musik dengan penampilan artis global papan atas.

>>> Pemerintah Korea Batasi Gaji Aktor, Industri Film Masih Ragu

Acara puncak adalah upacara penghargaan yang unik: bukan artis, melainkan fandom yang akan dirayakan.

Artis atau merek dapat menerima penghargaan atas nama penggemar mereka.

Sementara itu, KINTEX akan berubah menjadi pameran budaya interaktif.

Pengunjung dapat menikmati pengalaman langsung di bidang kuliner, kecantikan, fesyen, gim, webtoon, film, televisi, dan animasi Korea.

>>> Kontroversi Waterbomb Festival: Penampilan Seksi Dinilai Lebih Menonjol dari Musik

Pemerintah Korea berkomitmen mendukung penuh festival ini.

Dukungan meliputi prosedur imigrasi yang diperlancar, protokol keamanan, dan inisiatif pariwisata nasional.

Menurut proyeksi Institut Budaya dan Pariwisata Korea, Fanomenon diperkirakan menarik 520.000 pengunjung.

Sebanyak 200.000 di antaranya adalah wisatawan mancanegara.

Dampak ekonomi diperkirakan mencapai hampir 1 triliun won atau sekitar 680 juta dolar AS.

>>> PGDX 2026 Siap Digelar Akhir Juli di SMX Convention Center Manila

Ketua bersama panitia, Park Jin-young, menekankan bahwa kekuatan K-culture tidak hanya berasal dari artis dan konten, tetapi juga dari fandom yang memelihara dan menyebarkannya ke seluruh dunia.