"Tahun lalu saya memang bercanda menargetkan 45 ribu, dan alhamdulillah dalam waktu singkat terjual semua. Bahkan masih ada yang ingin mengantre mendapatkan slotnya.

Jadi ini menunjukkan antusiasme yang luar biasa," ujar Pramono.

Negara tetangga menyumbang angka partisipasi asing terbesar dalam ajang ini. Malaysia memimpin dengan mengirimkan 407 peserta, disusul Singapura sebanyak 133 peserta, dan Korea Selatan dengan 54 peserta.

Gubernur DKI Jakarta menilai kehadiran pelari dari puluhan negara tersebut menjadi indikator positif bahwa Jakarta mulai menggeser tren destinasi olahraga di Asia Tenggara.

"Dulu orang kita berlomba-lomba ikut marathon di Singapura. Sekarang warga Singapura, Malaysia berlomba-lomba ikut maraton di Jakarta," katanya.

Dari ranah domestik, perwakilan pelari terbanyak berasal dari tiga provinsi terdekat.

DKI Jakarta mendominasi dengan 14.750 peserta, Jawa Barat menyusul dengan 12.030 peserta, dan Banten mengirimkan 5.340 peserta.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menyatakan bahwa konsistensi pertumbuhan peserta ini menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan standar penyelenggaraan ke depan.

"Respons masyarakat Jakarta dan seluruh Indonesia serta pelari internasional juga datang. Kami ingin tahun depan ada lebih dari dua ribu pelari internasional.

Pak Gubernur titip KPI buat saya tahun depan harus 50 ribu peserta lari. Kami kerja keras," ujarnya.

>>> Timnas U-19 Indonesia Dapat Tambahan Amunisi Jelang Semifinal Lawan Australia

Pihak penyelenggara bersama jajaran pemerintah daerah berharap sinergi ini dapat terus meningkatkan gaya hidup sehat di masyarakat serta memperkuat posisi Jakarta dalam peta sport tourism global.