Bank Indonesia Proyeksikan Penjualan Eceran Mei 2026 Terkontraksi

Bank Indonesia (BI) memproyeksikan kinerja penjualan eceran domestik pada Mei 2026 tetap terjaga dengan Indeks Penjualan Riil (IPR) sebesar 225.
Meskipun demikian, secara tahunan dan bulanan diperkirakan mengalami kontraksi.
>>> PT Bangun Kosambi Sukses Tbk Targetkan Marketing Sales Rp563 Miliar pada 2026
Penurunan secara tahunan diproyeksikan sebesar 3,2 persen. Sementara penurunan secara bulanan diperkirakan mencapai 0,9 persen.
Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyatakan bahwa penjualan eceran pada Mei 2026 diperkirakan terjaga. Ia menyebutkan IPR Mei 2026 diperkirakan sebesar 225.
Penurunan di Beberapa Sektor
BI mencatat penurunan performa pada sejumlah lini.
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau turun 4 persen, bahan bakar kendaraan bermotor turun 2,2 persen, serta peralatan informasi dan komunikasi turun hingga 17,5 persen.
Namun, penurunan tersebut tertahan oleh pertumbuhan kelompok suku cadang dan aksesori sebesar 16,6 persen.
Perlengkapan rumah tangga lainnya naik 1,8 persen, dan kelompok barang lainnya naik 0,7 persen.
>>> 43 Juta Murid Dukung Keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis
Sebelumnya, penjualan ritel pada April 2026 mencatat IPR di level 226,9. Pertumbuhan utama terjadi pada lini suku cadang, aksesori, perlengkapan rumah tangga, serta barang budaya dan rekreasi.
Secara bulanan, penjualan eceran April 2026 terkontraksi 11,6 persen.
Hal ini sejalan dengan normalisasi permintaan setelah periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri 1447 H.
Proyeksi Inflasi
Mengenai pergerakan harga, BI memproyeksikan tekanan inflasi pada Juli 2026 relatif stabil. Indeks Ekspektasi Harga Umum berada pada level 175,8.
Sementara itu, indeks ekspektasi harga untuk enam bulan ke depan atau Oktober 2026 diperkirakan meningkat menjadi 167,6.
Angka ini lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya sebesar 163,2 pada September 2026.
>>> Ribuan Motor Listrik Program Makan Bergizi Gratis Menumpuk di Bogor
Ramdan Denny Prakoso menambahkan bahwa kenaikan IEH Oktober 2026 didorong oleh kenaikan harga bahan baku.
Update Terbaru
Timnas U19 Indonesia Dapat Tambahan Pemain Hadapi Australia
Kamis / 11-06-2026, 21:41 WIB
Ronald Koeman Pertanyakan Keraguan Barcelona soal Transfer Rashford
Kamis / 11-06-2026, 21:41 WIB
Link Live Streaming Timnas Indonesia U-19 vs Australia Semifinal Piala AFF U-19 2026
Kamis / 11-06-2026, 21:41 WIB
Rochi Putiray: Brace ke AC Milan dan Kritik untuk Striker Lokal
Kamis / 11-06-2026, 21:41 WIB
Kemenkes Dorong Pelaku Usaha Kesehatan Ikut Sensus Ekonomi 2026
Kamis / 11-06-2026, 21:40 WIB
Bank Dunia Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Global Jadi 2,5% Akibat Perang Iran
Kamis / 11-06-2026, 21:40 WIB
Timnas Indonesia U19 Tahan Australia Tanpa Gol di Babak Pertama Semifinal Piala AFF
Kamis / 11-06-2026, 21:40 WIB
Metode Pengasuhan 5:1 Bantu Orangtua Perkuat Ikatan dengan Anak
Kamis / 11-06-2026, 21:40 WIB
Lamine Yamal Lampaui Koleksi Gelar La Liga Cristiano Ronaldo
Kamis / 11-06-2026, 21:29 WIB
Piala Dunia 2026 Diprediksi Lahirkan Juara Baru, Belanda dan Jepang Jadi Ancaman
Kamis / 11-06-2026, 21:29 WIB
Jadwal Semifinal Piala AFF U-19: Indonesia vs Australia 11 Juni 2026
Kamis / 11-06-2026, 21:29 WIB
Jadwal Siaran Langsung Indonesia vs Australia di Semifinal Piala AFF U19 2026
Kamis / 11-06-2026, 21:28 WIB
OJK Catat Pembiayaan Kendaraan Listrik Tembus Rp23,39 Triliun per April 2026
Kamis / 11-06-2026, 21:28 WIB
Tiga Perusahaan Kolaborasi Perkuat Ekosistem Zakat Digital Indonesia
Kamis / 11-06-2026, 21:28 WIB






