Pemadaman Listrik Ganggu Produksi Konveksi Kecil di Pulau Jawa
Pemadaman listrik di sejumlah wilayah Pulau Jawa pada Kamis (11/6/2026) menghentikan aktivitas produksi industri kecil dan menengah sektor konveksi.
Gangguan arus listrik ini memicu risiko penalti keterlambatan pengiriman barang serta potensi penurunan omzet pelaku usaha.
>>> Pemerintah Kirim 200 Pemuda Desa ke Jepang untuk Belajar dan Tingkatkan Keterampilan
Dampak pada IKM Konveksi
Ketua Umum Ikatan Pengusaha Konveksi Berkarya (IPKB) Nandi Herdiaman menjelaskan bahwa mayoritas pelaku usaha konveksi skala kecil tidak mempunyai generator set sebagai cadangan energi.
Penghentian operasional ini juga berdampak langsung pada pemenuhan target pesanan konsumen yang terikat tenggat waktu ketat.
"Listrik ini salah satu faktor pendukung utama. Kalau listrik tidak ada, ya pasti usaha tutup (sementara).
IKM ini kan jarang punya genset," ujarnya.
Masalah pemadaman juga mengganggu lini operasional pelaku usaha yang memasarkan produk mereka secara daring.
Akibat hambatan produksi dan denda keterlambatan dari pelanggan, total kerugian sektor konveksi diperkirakan mencapai 10 persen dari omzet.
"Biasanya pemesanan itu sudah ada deadline-nya. Kalau mati listrik tentu sangat berpengaruh terhadap kemampuan pelaku usaha mengejar target.
Kalau tidak tercapai, bisa ada penalti," katanya.
Beban operasional pengusaha semakin melonjak karena mereka harus tetap membayar upah pekerja harian meskipun produktivitas berhenti.
IPKB mendesak pemerintah dan PT PLN (Persero) untuk meminimalkan durasi padam serta memberikan informasi jadwal pemadaman secara cepat.
"Kerugiannya bisa 10%. Karena target, kalau tidak mencukupi target berarti kan ada penalty," sebutnya.
>>> Kalla Group Siapkan Investasi Rp70 Triliun untuk Energi Nasional
Selain meminta transparansi jadwal, Nandi berharap ada perhatian khusus bagi kawasan sentra industri tekstil yang menjadi motor ekonomi masyarakat.
Update Terbaru
Ahmad Sahroni Klarifikasi Candaan ke Sherly Tjoanda, Akrab dengan Mendiang Suami
Senin / 27-07-2026, 03:36 WIB
Pengalihan Kasus Febrie ke Kejaksaan Dinilai Rugikan Polisi
Senin / 27-07-2026, 03:35 WIB
Bentrokan Maut di Menteng: Tiga Versi Berbeda Pemicu Keributan
Senin / 27-07-2026, 03:35 WIB
Analis CIA: Tak Ada Unsur Kejutan, Serangan ke Iran Bisa Berujung Bencana
Senin / 27-07-2026, 03:35 WIB
Blue Lock Chapter 355: Jepang vs Inggris Tentukan Nasib di Piala Dunia U-20
Senin / 27-07-2026, 03:14 WIB
Pameran Outback Art Fair ke-32 di Marquette Tampilkan Karya Seniman Lokal
Senin / 27-07-2026, 03:07 WIB
Marvel Studios Resmi Umumkan Ryan Gosling sebagai Ghost Rider di SDCC 2026
Senin / 27-07-2026, 03:07 WIB
Jacob Misiorowski Catat Rekor Brewers dengan 7 Strikeout Beruntun
Senin / 27-07-2026, 03:07 WIB
Polisi Madison Tak Punya Rekaman Bodycam Saat Tembak Pria Tunawisma
Senin / 27-07-2026, 03:00 WIB
United Cajun Navy Bantah Klaim Nolan Wells Ditemukan Berpakaian Lengkap, Tuduh Crump Berbohong
Senin / 27-07-2026, 03:00 WIB
Suami Gendong Istri Terbalik ke IGD, Dokter Terkejut Ternyata Ini yang Terjadi
Senin / 27-07-2026, 03:00 WIB
Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur, Polisi Selidiki CCTV dan Autopsi
Senin / 27-07-2026, 02:29 WIB
Kaesang Maju ke Senayan: Jokowi Baca Celah Penurunan Kepuasan Publik ke Prabowo
Senin / 27-07-2026, 02:28 WIB
Ganjar: Kaesang Berhak Maju dari Dapil V Jateng, Apalagi Asli Solo
Senin / 27-07-2026, 02:28 WIB







