Perusahaan Global Genjot Investasi Infrastruktur Teknologi untuk AI
Gelombang adopsi kecerdasan buatan (AI) mendorong perusahaan di seluruh dunia untuk meningkatkan investasi pada infrastruktur teknologi dalam skala besar.
Langkah ini diambil guna memperkuat fondasi teknologi mulai dari pusat data hingga sistem komputasi.
>>> BPJS Ketenagakerjaan Izinkan Peserta Aktif Cairkan Sebagian Dana JHT
Kebutuhan untuk menjalankan AI secara optimal menjadi faktor utama penguatan sistem penyimpanan data.
Tren kenaikan belanja perusahaan untuk infrastruktur teknologi dilaporkan telah melonjak lebih dari 150% dalam 12 hingga 15 tahun terakhir.
AI sebagai Penggerak Pertumbuhan Bisnis
General Manager IBM Asia Pacific, Hans Dekker, menjelaskan bahwa lonjakan investasi ini terjadi karena adanya ekspektasi besar terhadap AI sebagai penggerak utama pertumbuhan bisnis masa depan.
Pergeseran strategi ini menandai perubahan paradigma dari yang semula fokus pada efisiensi menjadi penciptaan pertumbuhan baru.
"Banyak dari kita mungkin sudah mendengar atau bahkan mengalaminya secara langsung, bahwa investasi perusahaan di bidang infrastruktur telah meningkat lebih dari 150% dalam 12 hingga 15 tahun terakhir, dan tren itu terus berlanjut hingga saat ini," kata Hans Dekker.
Berdasarkan survei internal terhadap lebih dari 2.000 CIO dan CTO di seluruh dunia, implementasi AI diproyeksikan mampu mendongkrak produktivitas perusahaan hingga lebih dari 40% pada tahun 2030.
>>> Pemkot Jakarta Selatan Siapkan Dua Alternatif Terminal Bus AKAP di Lebak Bulus
Pengeluaran teknologi kini tidak lagi dipandang sebagai biaya operasional, melainkan sebagai aset strategis korporasi.
"Cerita pemanfaatan AI telah berubah dari efisiensi, pengurangan biaya, dan produktivitas menjadi cerita tentang pertumbuhan. Organisasi mulai memanfaatkan AI untuk inovasi dan pengembangan produk," sebut Hans Dekker.
IBM memproyeksikan bahwa lebih dari 60% anggaran AI perusahaan akan dialokasikan untuk meluncurkan produk, layanan, dan model bisnis baru pada 2030.
Integrasi AI dan teknologi hybrid cloud pada operasional IBM sendiri telah menghasilkan nilai produktivitas sekitar US$4,5 miliar dalam lima tahun terakhir.
"Dengan menggunakan dua teknologi utama, yaitu AI dan hybrid, di seluruh operasi perusahaan kami, IBM telah memperoleh sekitar US$4,5 miliar produktivitas dalam lima tahun terakhir.
>>> PTPN Group dan KPK Luncurkan Whistleblowing System Terintegrasi
Itu bukan estimasi atau proyeksi, tetapi angka yang tercatat dalam laporan publik kami," pungkas Hans Dekker.
Update Terbaru
Pendiri Palantir Sebut Banyak Perusahaan Teknologi Gunakan AI Sebagai Alasan PHK
Kamis / 11-06-2026, 18:56 WIB
Wuling dan Huawei Kolaborasi Luncurkan SUV Premium Huajing S
Kamis / 11-06-2026, 18:52 WIB
Anak Usaha Emtek Borong 13,54 Juta Lembar Saham Superbank
Kamis / 11-06-2026, 18:52 WIB
Kementerian PU Usulkan Tambahan Anggaran Rp 121 Triliun pada 2027
Kamis / 11-06-2026, 18:52 WIB
Wuling Pamerkan SUV Flagship Huajing S di Malaysia, Hasil Kolaborasi dengan Huawei
Kamis / 11-06-2026, 18:51 WIB
Ruben Onsu Peringatkan Giorgio Antonio soal Interaksi dengan Anak
Kamis / 11-06-2026, 18:51 WIB
Pemerintah Resmi Naikkan Harga Pertamax Jadi Rp16.250 per Liter
Kamis / 11-06-2026, 18:49 WIB
Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026: Jalur Lintasan dan Cara Aman Menyaksikan
Kamis / 11-06-2026, 18:48 WIB
Kejagung Tetapkan Tersangka Baru Korupsi Makan Bergizi Gratis
Kamis / 11-06-2026, 18:48 WIB
Kusuka Hadirkan Produk Baru dan Tas Spesial di Jakarta Fair 2026
Kamis / 11-06-2026, 18:48 WIB
Keeway Road Falcon 250 cc Resmi Meluncur di Jakarta Fair Kemayoran 2026
Kamis / 11-06-2026, 18:48 WIB
Kemenhub Kaji Penyesuaian Tarif Batas Atas Tiket Pesawat
Kamis / 11-06-2026, 18:48 WIB
EJAE KPop Demon Hunters Tampil di Pembukaan Piala Dunia 2026
Kamis / 11-06-2026, 18:46 WIB
Othman Jual Nasi Lemak Rp4 Ribuan Selama 30 Tahun di Malaysia
Kamis / 11-06-2026, 18:46 WIB






