Pemerintah Kota Jakarta Selatan menyiapkan dua lokasi alternatif untuk pembangunan terminal bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) baru di kawasan Lebak Bulus.

Langkah ini diambil Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengintegrasikan sistem transportasi dan tata ruang secara menyeluruh.

>>> PTPN Group dan KPK Luncurkan Whistleblowing System Terintegrasi

Alternatif pertama adalah optimalisasi area Park and Ride di Lebak Bulus. Rencana pengembangan diperkuat dengan penambahan fasilitas pendukung berupa area berhenti atau lay-by untuk bus antarkota.

Alternatif kedua adalah pengembangan kawasan eksisting Pasar Jumat di Lebak Bulus. Selain memperkuat fungsi transportasi, wilayah tersebut juga akan dirancang menjadi pusat aktivitas baru bagi masyarakat.

Integrasi Transportasi dan Tata Ruang

Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, menjelaskan bahwa konsep integrasi transportasi dan tata ruang di kawasan Lebak Bulus bertujuan menciptakan mobilitas yang lebih nyaman, tertib, dan ramah bagi warga.

>>> Museum MACAN Gelar Pameran Seni Sinematik Karya Riar Rizaldi

"Fasilitas terminal ini diproyeksikan untuk mengakomodir warga Jakarta Selatan dan sekitarnya yang ingin bepergian ke luar daerah, baik menuju wilayah Jawa maupun Sumatera," jelas Syafrin.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga berniat mendirikan fasilitas Park and Ride berkapasitas besar melalui pembangunan gedung parkir bertingkat serta pelataran luas.

Sarana ini disiapkan untuk menampung kendaraan milik para pengguna transportasi umum.

>>> Bank BUMN Salurkan Kredit Triliunan Rupiah untuk Program Strategis Pemerintah

"Di sisi selatan kawasan atau tepat di seberang lokasi Park and Ride saat ini, akan dikembangkan gedung mixed-use yang mengintegrasikan fungsi hunian, hotel, serta pusat kegiatan ekonomi masyarakat dalam satu kawasan," katanya.