Whitesky Group mengumumkan rencana mendatangkan 60 pesawat eVTOL (electric Vertical Take-Off and Landing) untuk mendukung revolusi mobilitas udara di Indonesia pada tahun 2026.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menghadirkan transportasi udara perkotaan yang ramah lingkungan dan efisien.

>>> Menteri Hukum Buka Peluang Tarif Layanan 0 Persen

Rencana Pengadaan eVTOL

Whitesky Group akan mendatangkan 60 unit eVTOL secara bertahap. Pesawat ini dirancang untuk terbang secara vertikal, sehingga tidak memerlukan landasan pacu panjang.

eVTOL diharapkan menjadi solusi mobilitas di kota-kota besar yang padat lalu lintas.

Perusahaan belum merinci jenis atau produsen eVTOL yang akan didatangkan. Namun, langkah ini menunjukkan komitmen Whitesky Group dalam mengadopsi teknologi penerbangan masa depan.

Dengan 60 pesawat, Whitesky Group menargetkan dapat melayani rute-rute strategis di beberapa kota besar Indonesia.

Kehadiran eVTOL diharapkan memangkas waktu tempuh secara signifikan dibandingkan transportasi darat.

>>> Minyak Tembus US$100 per Barel, Purbaya Jamin Harga Pertalite Tak Naik

Selain itu, penggunaan tenaga listrik membuat eVTOL lebih ramah lingkungan dibandingkan helikopter konvensional.

Whitesky Group juga akan membangun infrastruktur pendukung, seperti vertiport atau tempat pendaratan khusus eVTOL.

Rencana ini sejalan dengan tren global pengembangan urban air mobility (UAM) yang mulai diminati banyak negara.

Indonesia dinilai memiliki potensi besar untuk pasar eVTOL karena tingginya mobilitas penduduk di kota-kota besar.

Whitesky Group berharap dapat menjadi pionir dalam layanan taksi terbang di Indonesia.

>>> Maarten Paes Jadi Aktor Kunci Ajax saat Hajar Vojvodina di Conference League

Masyarakat pun menantikan realisasi proyek ini yang dijadwalkan mulai beroperasi pada 2026.