Atasan memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat. Namun, tidak semua pemimpin mampu membangun suasana positif.

Dalam beberapa kasus, perilaku bos justru menjadi sumber stres dan mengganggu kesehatan mental serta fisik karyawan.

>>> KKP Ungkap Penyebab Penurunan Harga Udang Domestik di DPR

Para ahli mengungkapkan bahwa bos toxic dapat berdampak besar pada produktivitas, moral tim, hingga meningkatkan risiko gangguan kesehatan serius.

10 Tanda Bos Toxic

Berikut adalah sepuluh tanda bos toxic yang perlu Anda ketahui.

Pertama, merasa selalu benar. Bos toxic umumnya tidak memiliki kesadaran diri yang baik, sulit menerima kritik, dan menganggap pendapatnya selalu benar.

Kedua, tidak punya empati. Mereka jarang berusaha memahami kondisi, tantangan, atau perasaan anggota tim, sehingga hubungan kerja menjadi tidak sehat.

Ketiga, terlalu mementingkan diri sendiri. Bos toxic kerap mengambil kredit atas pekerjaan bawahannya dan menjadikan semua pencapaian sebagai keberhasilan pribadi.

Keempat, sikap tidak konsisten. Hari ini memuji, besok menyalahkan.

Perilaku yang sulit ditebak membuat karyawan bingung memahami ekspektasi.

Kelima, menyalahgunakan jabatan. Mereka menggunakan kekuasaan untuk menekan bawahan dan menuntut kepatuhan tanpa ruang diskusi.

Keenam, suka micromanaging.

Bos toxic cenderung mengontrol setiap detail pekerjaan, mulai dari meminta selalu disalin dalam email hingga mengawasi proses kerja secara berlebihan.

>>> Bursa Kripto CFX Luncurkan Indeks CFX10 untuk Acuan Pasar

Ketujuh, menetapkan target tidak realistis. Target mustahil, tenggat waktu tidak masuk akal, dan instruksi tidak jelas menjadi ciri lain.

Kedelapan, meremehkan dan mempermalukan karyawan. Mereka sering melontarkan candaan yang menjatuhkan, mengkritik di depan umum, atau membicarakan keburukan bawahan di belakang.

Kesembilan, gemar mencari kambing hitam. Saat terjadi kesalahan, bos toxic akan mencari pihak yang disalahkan dan menghindari tanggung jawab.