"Anak-anak seusia itu masih dalam tahap belajar berinteraksi.

Memindahkan hal sepenting matematika dasar, menulis dasar, dan membaca dasar ke dalam konteks daring dan AI sungguh menimbulkan kekhawatiran," jelas Stephanie Sewell.

Kemandirian Siswa dan Risiko Privasi

Kepala sekolah Chris Kennedy menambahkan bahwa model pembelajaran berbasis AI lebih ideal bagi siswa dengan kemandirian tinggi, seperti pelajar SMA atau yang bersiap ke perguruan tinggi.

"Sebagian siswa mungkin bisa berkembang dengan sedikit interaksi dengan guru. Namun, ada juga yang membutuhkan dukungan lebih intensif," tutur Chris Kennedy.

Selain efektivitas, implementasi AI membawa risiko teknis. Isu privasi data anak menjadi perhatian serius, terutama terkait pelacakan aktivitas, gerakan tubuh, dan tingkat fokus murid.

>>> Jemaah Haji Padati Pabrik Parfum Legendaris Al&Qurashi di Taif

Pakar juga khawatir tentang potensi meningkatnya ketergantungan anak pada gawai. Skema ini ditakutkan mereduksi esensi pemahaman materi, sehingga belajar menjadi sekadar rutinitas menyelesaikan tugas.