Kawasan Al-Hada di Taif, Arab Saudi, menyimpan destinasi populer bagi jemaah haji: pabrik parfum dan penyulingan mawar Rashid Hussein Al-Qurashi.

Tempat ini dikenal sebagai penghasil air mawar dan minyak mawar murni berkualitas tinggi yang telah diproduksi secara turun-temurun.

>>> BOYNEXTDOOR dan RESCENE Tembus Chart Melon Top 100 Pekan Ini

Pada Rabu (10/6/2026), pabrik tampak ramai dikunjungi wisatawan dan jemaah haji dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

Pengunjung antusias melihat produk mawar khas Taif yang dipajang di etalase, mulai dari parfum hingga air mawar.

Sebagian lainnya menikmati suasana sambil mencicipi kopi dan es krim yang tersedia di area tersebut.

Pabrik ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat produksi, tetapi juga menjadi tujuan wisata edukatif yang memperkenalkan sejarah pengolahan mawar Taif.

Proses Penyulingan Mawar Taif

Salah satu pegawai bernama Abdullah menjelaskan proses pengolahan mawar menjadi parfum dan minyak atsiri menggunakan bahasa Melayu.

Ia mengajak pengunjung melihat area penyulingan tradisional yang telah digunakan selama puluhan tahun.

Namun, proses penyulingan tidak dapat disaksikan langsung karena musim panen mawar telah berakhir.

Menurut Abdullah, mawar Taif umumnya dipanen pada bulan Ramadan dan Syawal, saat aktivitas penyulingan berlangsung paling intensif.

Proses penyulingan membutuhkan waktu panjang, antara 6 hingga 8 jam tanpa jeda.

Bahan baku utama adalah air dan bunga mawar rose yang diambil dari kebun mawar di Taif.

>>> Timnas Indonesia U-19 Hadapi Rekor Buruk Semifinal Jelang Lawan Australia

"Nantinya kalau sudah mulai jadi, dia terpisah. Air di bawah kemudian parfum di atas," ujar Dul, sapaan akrab Abdullah, pada Rabu (10/6/2026).

Dul menjelaskan bahwa air mawar hasil sulingan dapat diolah menjadi parfum, sabun, lotion, obat rambut, air arus, dan skincare.