Kebakaran Bukit Sempana Meluas, 116 Hektare Lahan Hangus
Kebakaran lahan melanda kawasan Bukit Sempana di Desa Sembalun Bumbung, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, sejak Selasa sore.
Kobaran api memicu evakuasi puluhan pendaki dan penutupan sementara jalur pendakian.
>>> Pemerintah Tata Ulang Program Makan Bergizi Gratis dalam Sebulan
Petugas gabungan bergerak cepat mengamankan area karena api terus membesar dan berada dekat dengan lokasi perkemahan.
Kepala Kepolisian Sektor Sembalun Iptu Lalu Subadri mengatakan api belum padam hingga Selasa malam.
Pihaknya bekerja sama dengan pengelola dan Kesatuan Pengelolaan Hutan Rinjani Timur untuk menyelamatkan wisatawan.
"Lokasi kebakaran jaraknya kurang lebih 500 meter dari camping ground yang sering dikunjungi pendaki," ujar Subadri, Selasa (9/6).
Sebanyak 25 pendaki berhasil dievakuasi ke posko aman.
"Saat ini melakukan evakuasi terhadap 25 orang menuju Pos 1 agar aman," jelasnya.
Kendala medan dan cuaca ekstrem menghambat pemadaman malam hari.
Kepala Resort KPH Rinjani Timur Supandi menyatakan penundaan pemadaman demi keselamatan personel.
"Kami belum berani memastikan titik api dan luas area terbakar. Fokus malam ini mengamankan yang di atas," katanya.
>>> IESR Pertanyakan Penjelasan Gangguan Sistem Kelistrikan di Jawa
Angin kencang dan jalur curam dinilai terlalu berisiko untuk operasi malam.
Penanganan lanjutan dijadwalkan keesokan harinya.
Memasuki hari berikutnya, kebakaran justru meluas secara signifikan.
Kepala Seksi Perlindungan KPHL Rinjani Timur, Lalu Iskandar, mengonfirmasi luas lahan terbakar mencapai 116 hektare.
"Laporan masuk pukul 11 siang luas area terbakar 116 hektar," terang Iskandar, Rabu (10/6).
Petugas berupaya membatasi pergerakan api dengan membuat sekat bakar agar tidak melompat ke punggung bukit lain.
Pantauan dari posko utama masih menunjukkan delapan titik api aktif di area tebing.
"Karena tebing curam dan angin kencang, beberapa titik tidak bisa kami jangkau," ucap Iskandar.
Pihak KPHL menduga kebakaran dipicu oleh perburuan liar di kawasan hutan lindung.
>>> Marc Marquez Juarai MotoGP Hungaria 2026 Usai Operasi Bahu
Iskandar mengimbau masyarakat menjaga kelestarian hutan dan melaporkan tindakan mencurigakan yang berpotensi memicu kebakaran.
Update Terbaru
PTBA Setujui Dividen Rp 1,3 Triliun untuk Tahun Buku 2025
Kamis / 11-06-2026, 17:56 WIB
Prabowo Setujui Rencana Energi Bersih Jusuf Kalla Senilai Rp70 Triliun
Kamis / 11-06-2026, 17:56 WIB
Imigrasi AS Tolak Masuk Wasit Somalia untuk Piala Dunia 2026
Kamis / 11-06-2026, 17:56 WIB
BCA Siapkan Dana Buyback Saham Maksimal Rp 5 Triliun
Kamis / 11-06-2026, 17:56 WIB
Abdul Halim Sakit Apa? Benarkah Serangan Jantung? Berikut Kronologi Kematian Mantan Kades Sekapuk Gresik
Kamis / 11-06-2026, 17:55 WIB
Bank Sentral Asia Perketat Pengawasan Valas Hadapi Tekanan Global
Kamis / 11-06-2026, 17:52 WIB
IHSG 9 Juni 2026 Ditutup Melemah ke Level 5.896
Kamis / 11-06-2026, 17:52 WIB
Pemadaman Listrik Ganggu Produksi Konveksi Kecil di Pulau Jawa
Kamis / 11-06-2026, 17:52 WIB
Pemerintah Kirim 200 Pemuda Desa ke Jepang untuk Belajar dan Tingkatkan Keterampilan
Kamis / 11-06-2026, 17:52 WIB
Poco F8 Siap Guncang Pasar Ponsel Gaming Indonesia
Kamis / 11-06-2026, 17:51 WIB
Kalla Group Siapkan Investasi Rp70 Triliun untuk Energi Nasional
Kamis / 11-06-2026, 17:51 WIB
Jusuf Kalla dan Prabowo Bahas Ketahanan Energi untuk Target Ekonomi 8 Persen
Kamis / 11-06-2026, 17:51 WIB
Trump Bahas Opsi Nuklir untuk Iran, Laporan Hersh
Kamis / 11-06-2026, 17:49 WIB
XLSmart Luncurkan Esta Ecosystem untuk Perkuat Pasar Korporasi
Kamis / 11-06-2026, 17:49 WIB






