Kuwait mengirimkan kargo gas minyak cair (LPG) dari Teluk Persia melewati Selat Hormuz menggunakan kapal tanker yang dikendalikan negara secara rahasia pada Kamis (11/6/2026).

Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya produsen energi yang menyembunyikan perjalanan kapal untuk menembus pasar.

>>> Samator Indo Gas Bagikan Dividen Tunai Rp35 Miliar

Pengiriman kargo tersebut dilakukan oleh Kapal Gas Umm Al Rowaisat yang dimiliki anak perusahaan pelayaran Kuwait Petroleum Corp (KPC).

Dilansir dari Bloombergtechnoz, kapal tanker tersebut mematikan Sistem Identifikasi Otomatis (AIS) saat memuat LPG di kilang Mina Al Ahmadi Kuwait pada 28 Mei lalu.

Taktik mematikan transponder lokasi ini semakin sering digunakan oleh produsen utama, termasuk Uni Emirat Arab (UEA), untuk mengekspor minyak mentah dan gas alam cair melalui selat tersebut.

Kapal Gas Umm Al Rowaisat sempat menghilang sebelum muncul kembali di dekat India pada Minggu (7/6/2026).

Data pelacakan kapal Kpler Ltd menunjukkan bahwa kapal tersebut memindahkan muatannya ke kapal tanker super Badrinath yang disewa KPC melalui transfer antar kapal.

Kargo LPG kini sedang menuju pelabuhan Paradip di India, negara yang sangat bergantung pada pasokan Teluk Persia untuk gas memasak.

>>> Pajak Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport 2026 Berselisih Tipis

Meskipun volume pengiriman saat ini berada di bawah tingkat sebelum perang, Rapidan Energy Group memperkirakan sekitar 2 juta barel minyak dan produk terkait tetap diangkut keluar dari Teluk Persia setiap hari.

"Dengan kargo asal UEA yang berhasil menggunakan metode ini selama beberapa pekan terakhir, tidak mengherankan jika yang lain mengikuti jejaknya," kata Ciaran Tyler, analis riset utama di Kpler.

Menurut penjelasan Tyler, UEA mulai menerapkan taktik penyamaran ini sejak bulan lalu demi memastikan kelancaran pengiriman LPG kepada India sebagai pembeli utama mereka.

Pihak KPC sendiri tidak memberikan tanggapan saat dimintai keterangan mengenai aktivitas pelayaran tersebut.

Kondisi perang di kawasan tersebut telah memutus pasokan energi dan memaksa India menaikkan harga gas sebanyak dua kali.

>>> PGN Raih Penghargaan HR Asia Awards 2026 di Jakarta

Di sisi lain, Kuwait juga dilaporkan mulai menawarkan penjualan minyak mentahnya ke kilang-kilang di Asia untuk pertama kalinya sejak konflik Iran dimulai.