PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) diproyeksikan mencatat lonjakan harga saham hingga 96 persen pada tahun 2026.

Proyeksi ini muncul setelah perusahaan melalui tahun yang penuh tantangan pada 2025.

>>> FIFA Rilis Dokumen PDF Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026

Menurut laporan Investor Daily, normalisasi aktivitas penambangan di Fase 8 menjadi pendorong utama. Volume tambang diperkirakan meningkat signifikan tahun ini.

Peningkatan volume tersebut diproyeksikan mendongkrak pendapatan konsolidasi perseroan menjadi US$3,79 miliar. Angka ini tumbuh sekitar 105,2 persen secara tahunan (yoy).

EBITDA perusahaan juga diperkirakan mencapai US$1,94 miliar. Sementara itu, laba bersih diproyeksikan menyentuh US$806 juta, melesat hingga 223,7 persen secara tahunan.

>>> BKN Sediakan Simulasi CAT CPNS Gratis untuk Kenalkan Sistem Ujian

Tantangan 2025 dan Prospek 2026

Pada 2025, Amman Mineral menghadapi tekanan akibat transisi tambang dan larangan ekspor konsentrat di awal tahun. Faktor-faktor ini menekan kinerja keuangan secara signifikan.

Penjualan bersih perusahaan turun 31 persen dibanding 2024 menjadi US$1,85 miliar. Laba bersih pun tergerus 60 persen menjadi US$258 juta.

>>> Musisi Protes Unggahan LMKN yang Dinilai Manipulasi Fakta Pertemuan

Meski demikian, kondisi tersebut diyakini tidak akan terulang pada 2026. Periode ini justru menjadi momentum bagi AMMN untuk membalikkan kinerja operasional ke arah positif.