DPR Peringatkan Kemenkop Soal Risiko Mangkraknya Puluhan Ribu Koperasi Desa
Anggota Komisi VI DPR RI Darmadi Durianto memperingatkan bahwa program pembentukan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih berpotensi mangkrak hingga bangkrut.
Peringatan itu disampaikan dalam rapat kerja bersama Kementerian Koperasi di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Kamis (11/6/2026).
>>> Chandra Asri Pacific Naikkan Free Float Jadi 25,7%, Saham Makin Likuid
Kekhawatiran ini muncul setelah ditemukan sejumlah lokasi koperasi yang dinilai belum siap dan tidak layak beroperasi.
Menurut Darmadi, tata kelola yang kurang matang menyebabkan beberapa koperasi sering buka dan tutup dalam waktu singkat.
Lokasi Tidak Strategis
Politisi dari Fraksi PDI Perjuangan itu menyoroti penempatan lokasi koperasi yang tidak strategis, seperti di dekat pemakaman, di tengah hutan, hingga di atas gunung.
Masalah koordinasi wilayah juga terlihat dari adanya beberapa unit yang dibangun saling berhadapan atau berdampingan.
"Banyak juga yang kemudian ada di deket kuburan. Di mana itu deket kuburan itu di Lamongan.
Kemudian ada yang berhadapan-hadapan, banyak di berita. Ada yang di tengah hutan, di Wonogiri, di atas gunung, di Desa Ketitang, Kendal.
Banyak yang berdampingan. Kan konsepnya berdampingan buat apa?"
ujar Darmadi.
Darmadi menilai kondisi operasional yang dipaksakan tanpa evaluasi memadai akan menyulitkan perputaran usaha koperasi.
>>> Bank Dunia Proyeksikan Defisit APBN 2026 Capai 2,8 Persen PDB
Hal tersebut berisiko memicu kerugian finansial yang berujung pada penghentian total aktivitas operasional.
"Kalau ini dijalankan terus, maka diperkirakan nanti ke depan lokasi saja nggak benar. Kalau ini benar banyak terjadi, kalau ini dijalankan, diperkiraan banyak KDMP yang akan mangkrak, Pak.
Mangkrak. Bahkan sudah jalan, bangkrut.
Kalau sehari hanya dapat sekian rupiah, Rp1 juta atau Rp500.000, ya lama-lama bangkrut, Pak," kata Darmadi.
Kementerian Koperasi diminta untuk memperketat pengawasan, verifikasi, serta validasi lokasi sebelum memberikan izin operasional.
DPR juga mempertanyakan ketersediaan studi kelayakan bisnis agar program ini tidak sekadar mengejar target kuantitas semata.
"Pak Ferry, kalau ini dikejar terus 80.000 dan jumlah singkat, itu sudah hampir dipastikan, Pak, banyak yang mangkrak, Pak.
Hampir dipastikan banyak yang mangkrak. Maka, tolong ini dicegah sebelum menjalar ke mana-mana.
>>> Pemerintah Tata Ulang SPPG Makan Gratis Akibat Anggaran Membengkak Rp 1 Triliun per Bulan
Verifikasi dan validasi ini juga menjadi penting. FS-nya penting," pungkas Darmadi.
Update Terbaru
Michigan Left: Desain Persimpangan Unik yang Kurangi Kecelakaan hingga 60 Persen
Senin / 27-07-2026, 00:00 WIB
Max Verstappen Peringkat Kedua di Hungaria, Kritik Regulasi Mesin F1 2026
Minggu / 26-07-2026, 23:56 WIB
Mantan Juara Jeopardy Courtney Shah Meninggal di Usia 52 Tahun
Minggu / 26-07-2026, 23:56 WIB
Xbox Hapus Tiga Game Indie dari Perpustakaan Pemain Akibat Sengketa Penerbit
Minggu / 26-07-2026, 23:56 WIB
Deretan Game PS1 Paling Brutal: Uji Nyali Selesaikan Sampai Tamat
Minggu / 26-07-2026, 23:49 WIB
Di JF3, Hartono Gan Tampilkan Koleksi 2027 untuk Konsumsi Bijak
Minggu / 26-07-2026, 23:49 WIB
TikTok Creator Rebecca Luna Meninggal di Usia 49 Tahun Lewat Bantuan Medis
Minggu / 26-07-2026, 23:49 WIB
Sanders dan Ocasio-Cortez Dukung Abdul El-Sayed di Primer Michigan
Minggu / 26-07-2026, 23:42 WIB
Pengadilan Banding Blokir Perintah Trump yang Batasi Pemilu Surat
Minggu / 26-07-2026, 23:42 WIB
India Kembali ke Puncak Ranking T20I ICC Usai Kalahkan Zimbabwe
Minggu / 26-07-2026, 23:42 WIB
India Pilih Bat First di T20I Ketiga Lawan Zimbabwe, Incar Sapu Bersih
Minggu / 26-07-2026, 23:42 WIB
Nottingham Forest Uji Coba Lawan Vitoria Guimaraes di Portugal
Minggu / 26-07-2026, 23:35 WIB
Iran Panggil Kuasa Usaha Ukraina Terkait Serangan Kapal di Laut Kaspia
Minggu / 26-07-2026, 23:35 WIB
Shark Week 2026 Hadirkan 20 Spesial Baru, Ekspedisi Global, dan Kolaborasi K-Pop
Minggu / 26-07-2026, 23:35 WIB







