PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatatkan peningkatan porsi kepemilikan saham publik atau free float menjadi sekitar 25,7%.

Kondisi ini membuat saham perseroan dinilai semakin menarik bagi investor institusi berskala global.

>>> Bank Dunia Proyeksikan Defisit APBN 2026 Capai 2,8 Persen PDB

Perubahan komposisi tersebut direspons positif oleh pasar karena berdampak langsung pada peningkatan likuiditas perdagangan saham TPIA. Hal ini disampaikan dalam laporan Investor Daily pada Kamis (11/6/2026).

Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta menjelaskan bahwa penambahan porsi saham publik membuat aktivitas perdagangan saham di bursa menjadi lebih dinamis.

"Saham menjadi lebih aktif diperdagangkan dan semakin menarik bagi investor institusi," papar Nafan di Jakarta.

Nafan menambahkan bahwa tingkat free float merupakan salah satu kriteria penting bagi pengelola dana besar seperti dana pensiun dan manajer investasi.

"Ketika free float sudah berada di atas ambang batas tertentu, misalnya di atas 15%, maka saham tersebut menjadi lebih layak untuk masuk dalam radar investasi mereka," ucapnya.

Menurut analisis Nafan, situasi ini membuka peluang lebih lebar bagi masuknya aliran dana besar atau big money ke dalam saham TPIA.

Selain itu, porsi saham publik yang membesar berpotensi menaikkan bobot TPIA dalam perhitungan indeks global seperti MSCI dan FTSE.

"Jika itu terjadi, maka dapat memicu aksi beli dari passive funds yang menjadikan MSCI maupun FTSE sebagai acuan investasi," ujar Nafan.

>>> Pemerintah Tata Ulang SPPG Makan Gratis Akibat Anggaran Membengkak Rp 1 Triliun per Bulan

Masuknya investor baru juga diperkirakan bakal memperkuat posisi perusahaan saat ingin mencari pendanaan baru di masa mendatang melalui mekanisme pasar modal.