Saham PANI Anjlok, Manajemen Fokus Perkuat Fundamental Bisnis
PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) memilih fokus memperkuat fundamental dan operasional bisnis jangka panjang di tengah tekanan berat pada harga saham perseroan pada Kamis (11/6/2026).
Langkah ini diambil manajemen untuk menjaga stabilitas perusahaan dalam menghadapi sentimen pasar.
>>> Cara Cek SKTP Juni 2026 Guru Terbit di Info GTK
Dilansir dari Bloomberg Technoz, pergerakan saham PANI sedang mengalami koreksi tajam sepanjang tahun berjalan sebesar 52,18% secara year to date (ytd).
Pelemahan juga terjadi sebesar 34,69% dalam satu bulan terakhir, serta terkoreksi kembali 4,74% ke level Rp6.025 pada penutupan sesi pertama hari ini.
Manajemen Fokus pada Kinerja Jangka Panjang
Direktur PANI, Yohanes Edmond Budiman memberikan penjelasan mengenai fluktuasi harga saham perusahaan yang terjadi belakangan ini akibat sentimen pasar.
"Kami memahami bahwa harga saham dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti sentimen pasar.
Namun demikian, fokus utama manajemen saat ini adalah meningkatkan kinerja operasional dan fundamental perseroan dalam jangka panjang," kata Yohanes.
Kondisi keuangan emiten properti ini diklaim tetap sehat dengan kepemilikan land bank mencapai sekitar 1.825 hektare di kawasan PIK 2.
Perseroan juga terus melanjutkan pengembangan berbagai proyek dan fasilitas di area tersebut.
>>> Gapasdap Desak Kemenhub Naikkan Tarif Angkutan Penyeberangan
"Kami meyakini bahwa penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham berasal dari konsistensi kinerja dan pengembangan bisnis yang berkelanjutan," ujar Yohanes.
PANI sejauh ini belum mengubah target marketing sales tahun 2026 yang ditetapkan sebesar Rp4,3 triliun.
Angka realisasi penjualan hingga April lalu baru menyentuh 23% dari total target tahunan.
Sekretaris Perusahaan PANI, Christy Grassela menilai bahwa perolehan performa kuartal awal tersebut masih berada dalam jalur yang tepat jika dibandingkan dengan rata-rata industri serupa.
"Semoga target tersebut dapat tercapai, meskipun terdapat tantangan seperti pergerakan suku bunga dan kondisi geopolitik global yang berada di luar kendali kami sebagai pengembang properti," kata Christy.
Pihak manajemen PANI kini terus melakukan pemantauan ketat terhadap arah kebijakan moneter dan situasi ekonomi makro.
>>> Investor Asing Borong Saham BBNI Senilai Rp 21 Miliar
Evaluasi berkala dilakukan guna mengantisipasi dampak langsung dinamika ekonomi terhadap daya beli masyarakat.
Update Terbaru
Zelensky Sebut Rusia Siapkan Pengerahan 30.000 Tentara Korea Utara
Minggu / 26-07-2026, 22:46 WIB
Reformasi BGN: Aksi Bersih-bersih di Bawah Kepemimpinan Baru
Minggu / 26-07-2026, 22:42 WIB
Kumpulkan 450.000 Kaleng, Pria Ini Raih Uang Muka Rumah
Minggu / 26-07-2026, 22:42 WIB
Lagu Firework Katy Perry Dipakai Konten Militer, Perry Protes
Minggu / 26-07-2026, 22:42 WIB
Fajar/Fikri Syukur Raih Gelar Beruntun: Juara Japan Open dan China Open 2026
Minggu / 26-07-2026, 22:35 WIB
Indonesia Jadi Pembeli Pertama Rudal Astra Buatan India, China Waspada
Minggu / 26-07-2026, 22:35 WIB
Kementan Musnahkan 312 Ton Pakan Ternak Impor Brasil yang Tercemar Babi
Minggu / 26-07-2026, 22:28 WIB
Layar Cover Lebih Berguna, Samsung Galaxy Z Flip 8 Siap Saingi Apple
Minggu / 26-07-2026, 22:28 WIB
Cukup Duduk dan Angkat Tumit 5 Menit, Gula Darah Bisa Turun Drastis
Minggu / 26-07-2026, 22:28 WIB
AS Dukung Hak Pakistan untuk Bela Diri Setelah Serangan Udara di Afghanistan
Minggu / 26-07-2026, 22:14 WIB
Restoran Apung The Dive di Danau Winnipesaukee Ludes Terbakar
Minggu / 26-07-2026, 22:14 WIB
Jay-Z dan Beyoncé Bergoyang di Konser Lauryn Hill di Hamptons
Minggu / 26-07-2026, 22:14 WIB
Rekaman 911 Ungkap Momen Mencekam Sebelum Influencer dan Suami Ditemukan Tewas
Minggu / 26-07-2026, 22:07 WIB
Eks Timnas U-19 Fatchu Rochman Resmi Perkuat Kendal Tornado FC
Minggu / 26-07-2026, 22:07 WIB







