Maskapai penerbangan terbesar di Kanada, Air Canada, diguncang skandal keselamatan. Seorang pilot senior yang telah menerbangkan ratusan penerbangan komersial ternyata menggunakan lisensi dan sertifikat medis palsu.

Otoritas penerbangan sipil Kanada (Transport Canada) bersama kepolisian federal (RCMP) menangkap Geoffrey Wall pada 1 Juni 2026. Penangkapan dilakukan setelah laporan investigasi internal menemukan kejanggalan dalam dokumen ketenagakerjaannya.

>>> Dua Tunggal Putra Indonesia Lolos ke Perempat Final Australian Open 2026

Penyelidik mengungkapkan bahwa Wall telah memimpin lebih dari 900 penerbangan domestik dan internasional dari tahun 2009 hingga 2025.

Ia melakukannya tanpa pernah memperoleh lisensi yang sah atau menyelesaikan ujian wajib.

Penipuan Berlangsung 17 Tahun

Penyelidikan bermula ketika petugas menemukan kejanggalan dalam dokumen lisensi Wall saat pemeriksaan rutin pada 2025.

Temuan itu memicu operasi investigasi yang mengungkap dugaan pemalsuan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Polisi menyebut kasus ini seperti skenario film karena lamanya penipuan berlangsung tanpa terdeteksi.

Wall naik ke posisi pilot dan selama hampir 17 tahun menerbangkan Boeing 767, 777, dan 787 sambil mendapatkan gaji hampir US$ 2 juta (Rp 35 miliar).

Wall memiliki lisensi untuk menerbangkan pesawat komersial selama 27 tahun kariernya di Air Canada.

>>> Daihatsu Catat Penjualan Ritel 59.484 Unit Hingga Mei 2026

Namun, polisi mengatakan dia tidak pernah memiliki Lisensi Pilot Transportasi Udara untuk Pesawat Terbang (ATPL-A) yang dibutuhkan saat dipromosikan menjadi kapten pada 2009.

"Kasus ini sangat mirip dengan seorang dokter yang memiliki lisensi untuk praktik kedokteran umum tetapi melakukan operasi otak di kantornya," kata Milinovich.

"Ada persyaratan dan peraturan tambahan untuk penunjukan profesional yang ada karena suatu alasan."