PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk Batasi Dividen demi Proyek PIK 2
PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) memutuskan membatasi pembagian dividen untuk tahun buku 2025. Keputusan ini diambil demi menjaga likuiditas guna mendukung pengembangan kawasan PIK 2.
Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), emiten properti ini menyepakati total dividen sebesar Rp90 miliar.
>>> BPJS Kesehatan Buka Lowongan Kerja Administrasi Minimal D3, Daftar hingga 23 Juni 2026
Jumlah tersebut setara dengan Rp5 per lembar saham dan hanya sekitar 7% dari laba bersih tahun buku 2025.
Sekretaris Perusahaan PANI, Christy Grassela, mengatakan bahwa nominal per saham memang tidak terlalu signifikan.
Namun, langkah ini merupakan upaya yang dapat dilakukan saat ini untuk menjaga arus kas perusahaan.
Arus kas perseroan masih membutuhkan likuiditas besar untuk menyokong proyek berskala masif di kawasan PIK 2. Dana segar tersebut akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan internal.
Selain mengerjakan klaster hunian, ruko, dan sarana pendukung, PANI juga memacu lini pendapatan berulang. Proyek tersebut meliputi pembangunan Nusantara International Convention Exhibition (NICE) dan Hilton Hotel PIK 2.
Christy menambahkan bahwa masih terdapat kebutuhan cash flow di level PANI maupun CBDK untuk mendukung pengembangan usaha ke depan.
>>> Tiket Konser BTS di Jakarta Ludes dalam 11 Menit
Meski demikian, perusahaan tidak mengubah target prapenjualan atau marketing sales.
Hingga bulan keempat tahun ini, marketing sales PANI telah mencapai 23% dari target tahunan sebesar Rp4,3 triliun.
Manajemen mengakui adanya tantangan eksternal seperti pergerakan suku bunga dan kondisi geopolitik global.
Direktur PANI, Yohanes Edmond Budiman, menyatakan bahwa konsumen saat ini lebih selektif dalam membeli properti.
Namun, minat terhadap produk PANI tetap baik karena kualitas produk, lokasi, dan pengembangan kawasan yang berkelanjutan.
Kelas konsumen menengah ke atas hingga segmen premium yang menjadi target pasar dinilai masih memiliki daya tahan ekonomi yang kuat.
>>> Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 5,8-6,5% pada 2027
Perusahaan terus memantau kebijakan moneter dan perkembangan makroekonomi yang memengaruhi daya beli.
Update Terbaru
Buffalo Bills Hadapi Ujian Berat di Laga Pembuka Melawan Houston Texans
Senin / 27-07-2026, 02:14 WIB
PGDX 2026 Siap Digelar Akhir Juli di SMX Convention Center Manila
Senin / 27-07-2026, 02:07 WIB
GM Raup 70 Sen dari Setiap Dolar Langganan, Hanya 4 Sen dari Penjualan Mobil
Senin / 27-07-2026, 02:07 WIB
Jimmie Johnson Kembali ke No. 48 untuk Balap Perpisahan di Daytona 500 2027
Senin / 27-07-2026, 02:01 WIB
Utah Talons Kalahkan Chicago Bandits 2-1 di Laga Pembuka Final AUSL
Senin / 27-07-2026, 02:01 WIB
Lucas Glover Protes Teknik AimPoint dengan Melepas Sepatu di 3M Open
Senin / 27-07-2026, 02:00 WIB
Jalen Brunson Masuk Klub Tanpa Hambatan, Michael Porter Jr. Harus Diperiksa
Senin / 27-07-2026, 02:00 WIB
Pelaku Serangan Pride Berlin Tewas dalam Baku Tembak dengan Polisi
Senin / 27-07-2026, 01:56 WIB
Percakapan Terakhir Oliver Tree dengan Sang Ibu: Antusiasme untuk Perjalanan Helikopter yang Fatal
Senin / 27-07-2026, 01:56 WIB
Profesor Sejarah Temukan Harta Karun Emas Zaman Besi Terbesar di Inggris
Senin / 27-07-2026, 01:56 WIB
Jika Internet Padam Global, Kekacauan dan Satu Miliar Orang Diprediksi Tewas
Senin / 27-07-2026, 01:56 WIB
Olah TKP Klinik Kebayoran Baru, Polisi Amankan Bantal Biru dan Sepeda Motor
Senin / 27-07-2026, 01:22 WIB
Pengemudi Tabrak Peserta Parade LGBT di Berlin, 1 Tewas dan 16 Luka
Senin / 27-07-2026, 01:21 WIB
PDIP Sejalan dengan Prabowo dalam Bela Negara dan Kepentingan Nasional
Senin / 27-07-2026, 01:21 WIB







