PT Indofood Sukses Makmur Tbk resmi membuka program Indofood Riset Nugraha (IRN) 2026-2027. Program ini memberikan bantuan dana penelitian tugas akhir bagi mahasiswa S1 di seluruh Indonesia.

Pendaftaran dibuka mulai 29 Mei hingga 31 Agustus 2026. Tema yang diusung adalah "Penelitian Pangan Fungsional Berbasis Potensi dan Kearifan Lokal".

>>> Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Dorong Penjualan Kendaraan Listrik

Program yang telah berjalan selama dua dekade ini mendorong mahasiswa mengembangkan pangan lokal menjadi inovasi fungsional. Mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu dapat mengikuti seleksi proposal.

Seleksi akan dilakukan oleh Tim Pakar IRN yang terdiri dari akademisi dan praktisi lintas disiplin.

Sosialisasi program akan digelar secara daring dan luring ke berbagai universitas sepanjang Juni 2026.

Komitmen Indofood untuk Peneliti Muda

Ketua Program IRN sekaligus Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk, Suaimi Suriady, mengatakan IRN tidak hanya memberikan dukungan dana penelitian.

Program ini juga menjadi wadah pembelajaran, kolaborasi, dan pengembangan kapasitas bagi ribuan mahasiswa.

"Ini menjadi bentuk nyata komitmen kami untuk turut mendukung tumbuhnya generasi peneliti muda Indonesia," ujar Suaimi dalam keterangan tertulis.

Tahun ini, pihaknya mendorong lebih banyak mahasiswa memanfaatkan kesempatan ini.

>>> Bank Dunia Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melambat ke 5,0% pada 2026

Penerimaan proposal difokuskan pada eksplorasi sumber daya alam darat dan laut. Bidang yang dicakup meliputi agro-teknologi, teknologi proses, gizi, hingga sosial ekonomi.

Ketua Tim Pakar IRN, Prof Dr Ir Purwiyatno Hariyadi, M. Sc.

, menekankan pentingnya relevansi dan kejelasan kontribusi riset terhadap tema program. "Kesesuaian topik penelitian dengan tema pangan fungsional menjadi hal yang penting," katanya.

Prof Purwiyatno juga mengingatkan agar latar belakang penelitian menjelaskan urgensi dengan baik. Ia menantikan proposal-proposal inovatif dari seluruh Indonesia.

Program ini terbuka bagi mahasiswa dari semua program studi, tidak terbatas pada jurusan Teknologi Pangan. Syaratnya, topik yang diajukan harus selaras dengan tema besar yang ditentukan.

Menurut Prof Purwiyatno, ada hubungan erat antara pangan dan kesehatan. Pangan tidak lagi sekadar pemenuhan gizi, tetapi juga penopang kesehatan yang krusial.

"Kami ingin mendorong mahasiswa untuk lebih peka dan eksploratif dalam mengangkat kearifan lokal serta potensi di sekitar mereka," tegasnya.

>>> Jadwal KRL Jogja Solo 11 Juni 2026: Perjalanan Pagi hingga Malam

Hasilnya diharapkan menjadi inovasi pangan fungsional berbasis ilmiah.