Kenaikan harga Pertamax yang melonjak sekitar 32 persen pada Rabu (10/6/2026) memicu sebagian pemilik kendaraan mempertimbangkan migrasi ke bahan bakar beroktan lebih rendah demi menghemat biaya operasional.

Harga Pertamax naik dari Rp 12.300 per liter menjadi Rp 16.250 per liter.

>>> SDPC Targetkan Pertumbuhan Dua Digit pada 2026

Kebijakan Pertamina Patra Niaga ini menyebabkan antrean di salah satu SPBU di Jalan Slamet Riyadi, Samarinda, pada Rabu malam.

Sejumlah pengendara mengaku baru mengetahui perubahan tarif tersebut saat akan mengisi bahan bakar.

Risiko Menggunakan BBM Oktan Rendah

Pakar otomotif dari Universitas Gadjah Mada, Jayan Sentanuhady, menjelaskan bahwa mesin modern dengan rasio kompresi tinggi membutuhkan bahan bakar dengan angka oktan yang sesuai.

>>> OJK Catat Risiko Kredit Macet Fintech Lending Naik ke 4,62% per April 2026

Jika bahan bakar dengan RON lebih rendah digunakan, kemungkinan besar terjadi knocking atau detonasi dini yang dapat merusak komponen mesin dalam jangka panjang.

Fenomena knocking terjadi saat campuran udara dan bahan bakar terbakar prematur di ruang bakar.

Dampaknya meliputi kerusakan komponen, residu kerak, peningkatan emisi gas buang, dan konsumsi BBM yang lebih boros.

>>> Shiritsu Ebisu Chugaku Cerita Antusiasme Fans di MMAJ Jakarta

Gejala detonasi dini sulit dideteksi oleh pemilik kendaraan awam dan biasanya baru bisa dipastikan setelah pemeriksaan oleh teknisi di bengkel.