Aktris peraih Oscar, Gwyneth Paltrow, menjadi sasaran kecaman di media sosial setelah tampil dalam iklan proyek apartemen mewah di Israel.

Bintang Hollywood itu bahkan mendapat julukan "Genocide Queen" dari sejumlah warganet yang menuduhnya mendukung tindakan Israel di Gaza.

>>> Bareskrim Tetapkan Fithri Hadi Tersangka Baru Kasus Fraud Dana Syariah

Kontroversi bermula setelah Paltrow membintangi iklan proyek hunian mewah bernama 51 Park yang berlokasi di Herzliya, kota pesisir dekat Tel Aviv.

Dalam iklan tersebut, Paltrow mempromosikan kompleks dua menara setinggi 51 lantai yang dibangun tepat di samping taman kota Herzliya.

Melansir Jerusalem Post, Kamis (11/6/2026), video iklan menampilkan Paltrow yang memulai pagi di apartemennya di New York.

Ia mengeluhkan pagi yang terlalu dini dan bercanda bahwa kopinya pun "butuh kopi". Setelah berlari di Central Park, ia meminta sopir mengantarkannya ke "51 Park".

Ketika sopir bertanya apakah yang dimaksud adalah New York, Paltrow menjawab sambil tersenyum, "Herzliya, Israel."

Tak lama setelah iklan tayang di Israel, media sosial dibanjiri komentar negatif yang mengaitkan keterlibatan Paltrow dengan konflik di Gaza.

Seorang pengguna menulis, "Gwyneth Paltrow mempromosikan penthouse US$10 juta di Herzliya saat Gaza terbakar dan Lebanon berdarah."

>>> FIFA Siapkan Opening Ceremony Piala Dunia 2026 Terbesar di Tiga Negara

Komentar lain menyindir aktris tersebut dengan menyebut dirinya telah "secara sadar berpisah dari moralitas", merujuk pada istilah "consciously uncoupled" yang pernah digunakan Paltrow saat mengumumkan perceraiannya dengan Chris Martin.

Tak sedikit yang mengecam dugaan bayaran besar yang diterima Paltrow. Beberapa pengguna bahkan melontarkan serangan personal dan ancaman.

Meski Paltrow tidak mengunggah iklan tersebut di Instagram pribadinya, kolom komentar pada unggahan terbarunya tetap dipenuhi tuduhan bahwa dirinya mendukung genosida.