Sejumlah warga keturunan Iran di Amerika Serikat menggelar aksi demonstrasi di depan Balai Kota Los Angeles pada Rabu (10/6).

Mereka mendesak FIFA untuk mencoret tim nasional Iran dari keikutsertaan Piala Dunia 2026.

>>> Pria Aktif Perlu Tahu Alasan Parfum Cepat Hilang dan Cara Mengatasinya

Aksi ini dilaporkan oleh Sportsetup.

Para demonstran menuduh pemerintah Iran memanfaatkan panggung sepak bola internasional untuk memperbaiki citra negara di tengah maraknya dugaan pelanggaran hak asasi manusia.

Menurut para pengunjuk rasa, kehadiran tim nasional dalam turnamen hanya berfungsi sebagai alat untuk menyembunyikan realitas penderitaan masyarakat Iran.

"Kehadiran mereka memberi kesan semuanya baik-baik saja, padahal yang terjadi adalah penderitaan dan eksekusi," kata Ryan Salami, warga Amerika kelahiran keluarga Iran.

Mantan pemain tim nasional era 1970-an, Asghar Adibi, turut hadir dalam unjuk rasa tersebut.

>>> Pemprov Sumbar Pastikan Pembayaran Gaji PPPK Berjalan Lancar

Ia menegaskan bahwa skuad Iran berada di bawah kendali Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). "Ini adalah tim para ayatollah," ujar Adibi.

Adibi menambahkan bahwa FIFA tidak selayaknya memberikan ruang kepada otoritas yang diduga melakukan tindakan represif terhadap rakyatnya sendiri.

Sebagai bentuk protes, massa aksi memajang foto-foto atlet Iran yang dilaporkan wafat setelah berhadapan dengan pemerintah.

Para peserta unjuk rasa juga berencana membawa bendera Iran era sebelum Revolusi 1979 ke dalam stadion saat pertandingan Piala Dunia 2026.

>>> 6 Makanan Terbaik untuk Bantu Kurangi Rambut Rontok Menurut Ahli

Meski bersatu dalam tuntutan kepada FIFA, massa terpecah antara yang menganggap pemain sebagai korban tekanan rezim dan yang menilai mereka loyal kepada pemerintah Teheran.