Diplomasi dan Geografi Jadi Kunci Arab Saudi Bebas dari Penjajahan
Sebagian besar negara di Asia, Afrika, dan Amerika Latin memiliki catatan kelam penjajahan oleh kekuatan asing. Namun, Arab Saudi memiliki kisah yang berbeda.
Negara yang menjadi tanah kelahiran Islam ini tidak pernah tercatat sebagai koloni formal bangsa Eropa. Kedaulatan tersebut berhasil dipertahankan berkat kombinasi kondisi geografis, kepemimpinan politik, dan diplomasi internasional.
>>> Warren Buffett Ungkap Kesalahan Fatal Investor Saham: Merasa Harus Punya Opini di Setiap Momen
Geografi Ekstrem Jadi Penghalang Alami
Faktor utama yang menyulitkan kekuatan kolonial menyentuh Arab Saudi adalah kondisi geografisnya. Wilayah Jazirah Arab didominasi gurun luas yang gersang, minim sumber air, dan bersuhu sangat ekstrem.
Kondisi alam yang keras ini membuat kawasan tersebut kurang menarik bagi kekuatan Eropa. Bangsa kolonial umumnya lebih memilih wilayah subur untuk membangun pusat administrasi dan mengeksploitasi ekonomi.
Selain itu, struktur sosial masyarakat Arab sangat dipengaruhi sistem kesukuan. Loyalitas kuat terhadap pemimpin suku membuat penguasaan wilayah menjadi jauh lebih rumit bagi pihak luar.
Hubungan dengan Utsmaniyah dan Protektorat Inggris
Kesultanan Utsmaniyah yang sempat memperluas pengaruh ke wilayah Hijaz tidak menerapkan penguasaan langsung. Mereka lebih memilih kerja sama politik dengan pemimpin lokal.
Hubungan antara Hijaz dan Utsmaniyah sering disalahpahami sebagai penjajahan. Faktanya, interaksi tersebut sangat berbeda dengan kolonialisme modern yang diterapkan bangsa Barat.
Wilayah Arab tetap mempertahankan identitas lokal dan struktur sosial selama berada dalam lingkup Utsmaniyah. Tidak ada eksploitasi ekonomi seperti yang dilakukan Inggris atau Belanda.
Langkah diplomasi penting diambil Abdulaziz Al Saud atau Ibnu Saud pada 1915. Ia menandatangani Perjanjian Darin dengan Inggris yang menempatkan wilayahnya di bawah status protektorat.
Update Terbaru
Pemilik Restoran di Pittsburgh Tolak Tawaran Kolaborasi Berbayar Influencer TikTok
Kamis / 11-06-2026, 12:53 WIB
OJK Pastikan Intermediasi Perbankan Tetap Terjaga di Tengah Pelemahan Rupiah
Kamis / 11-06-2026, 12:52 WIB
NASA Ungkap Alasan Manusia Belum Kembali ke Bulan Sejak 1972
Kamis / 11-06-2026, 12:52 WIB
Menteri UMKM Usulkan Tambahan Anggaran Rp 1,5 Triliun untuk 2027
Kamis / 11-06-2026, 12:52 WIB
KLH Susun RPPEM Nasional untuk Kelestarian Mangrove 2026-2055
Kamis / 11-06-2026, 12:51 WIB
DJP Tambah 2,7 Juta Wajib Pajak Baru hingga Juni 2026
Kamis / 11-06-2026, 12:51 WIB
Kemenkop Usulkan Tambahan Anggaran Rp1,34 Triliun untuk Koperasi Desa
Kamis / 11-06-2026, 12:51 WIB
Cara Nonton Piala Dunia 2026 di Smart TV via MAXStream TV
Kamis / 11-06-2026, 12:49 WIB
Javier Aguirre Siapkan Timnas Meksiko Jelang Laga Pembuka Piala Dunia 2026
Kamis / 11-06-2026, 12:49 WIB
OIKN Ajukan Tambahan Anggaran Rp3,2 Triliun untuk IKN Tahap Dua
Kamis / 11-06-2026, 12:49 WIB
Amerika Serikat Resmi Jadi Eksportir Minyak Terbesar Dunia pada Mei 2026
Kamis / 11-06-2026, 12:48 WIB
Pertamina Perkuat Sinergi Operasional demi Jaga Ketahanan Energi
Kamis / 11-06-2026, 12:48 WIB
Harga Emas Digital 11 Juni 2026 Alami Penurunan, Minat Investasi Tetap Tinggi
Kamis / 11-06-2026, 12:48 WIB
Bank Indonesia Proyeksikan Penjualan Eceran Mei 2026 Membaik
Kamis / 11-06-2026, 12:48 WIB






