PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengingatkan pemilik kendaraan agar tidak sembarangan memilih bahan bakar minyak (BBM) hanya berdasarkan nilai oktan atau RON yang tinggi.

Menurut 2W Service Head SIS Victor Assani, penggunaan BBM dengan RON di atas rekomendasi pabrikan justru dapat menimbulkan efek samping yang merugikan.

>>> HUAWEI Uji Smartphone Layar Melebar dengan Resolusi 2K

Victor menjelaskan bahwa setiap mesin dirancang untuk bekerja optimal pada nilai oktan tertentu, yang telah ditentukan melalui pengujian ketat.

"Hal pertama yang paling penting adalah kita mengetahui jenis RON apa yang paling sesuai dengan kendaraan kita.

Jadi, jangan asal menggunakan RON atau karena lebih mahal dan lebih tinggi kita menggunakan BBM angka RON yang tinggi," kata Victor.

Ia menegaskan bahwa RON yang lebih tinggi tidak otomatis meningkatkan performa mesin.

Sebagai contoh, mesin yang direkomendasikan menggunakan RON 90 tidak akan mendapatkan hasil terbaik jika diisi BBM RON 92 atau lebih.

"Kalau misalnya harusnya 90 tapi menggunakan RON 92 itu tetap namanya tidak ideal dan pasti ada efek sampingnya.

>>> Ketahui Kapan Harus Mengganti Bantal Rumah Anda Berdasarkan Materialnya

Karena secara perhitungan kita tidak akan mendapatkan pembakaran yang sempurna," ujar Victor.

Memicu Pemborosan dan Kerusakan Komponen

Ketidaksempurnaan pembakaran akibat penggunaan RON yang tidak sesuai dapat menurunkan performa mesin dan meningkatkan konsumsi bahan bakar.

"Akibat dari pembakaran yang tidak sempurna adalah performa mesin tidak akan optimal, boros bahan bakar dan ujungnya adalah kerusakan pada komponen.

Ini yang kadang tidak disadari," jelas Victor.

Oleh karena itu, pemilik kendaraan diimbau tidak terjebak pada mitos bahwa BBM oktan tinggi selalu lebih baik.

>>> Garuda Indonesia Gandeng Scandinavian Airlines Perluas Jaringan ke Eropa Utara

"Tetap, kata kuncinya adalah proses pembakaran yang sempurna. Di luar itu, akan timbul potensi masalah," pungkas Victor.