Bantal merupakan perlengkapan rumah tangga yang selalu ada di setiap hunian sebagai tempat bersandar kepala saat berbaring.

Meski material dan bentuknya dirancang tidak mudah hancur, benda ini tidak bisa digunakan selamanya.

>>> Garuda Indonesia Gandeng Scandinavian Airlines Perluas Jaringan ke Eropa Utara

Seperti barang hunian lainnya, bantal memiliki masa kedaluwarsa dan perlu diganti secara berkala, terutama jika tidak pernah dibersihkan.

Usia pakai perlengkapan tidur ini bisa diidentifikasi melalui perubahan bentuk fisiknya.

Masa penggunaan bantal sangat bergantung pada jenis material yang digunakan oleh produsen. Jenis bantal sintetis umumnya hanya memiliki masa pakai sekitar 6 hingga 12 bulan.

Daya tahan yang lebih lama dimiliki oleh bantal berbahan bulu yang mampu bertahan hingga 2-3 tahun.

Material lain seperti busa memori dan busa poli juga mempunyai estimasi umur pemakaian yang sama, yaitu berkisar antara 2 sampai 3 tahun.

Sementara itu, bantal dengan isi bahan poliester tercatat memiliki masa penggunaan paling panjang. Jenis ini dapat dimanfaatkan oleh pemiliknya dalam kurun waktu sekitar 2 hingga 4 tahun.

Indikator Bantal Harus Segera Diganti

Kualitas massa di dalam bantal dapat diuji dengan cara menekuknya ke satu sisi hingga ukurannya menjadi setengah dari luas semula.

Tekan posisi tersebut selama 30 detik lalu lepaskan untuk melihat reaksinya.

Kondisi yang masih layak pakai ditandai dengan kembalinya bentuk bantal menjadi rata seperti sedia kala.

>>> Harga Emas Dunia 11 Juni 2026 Anjlok ke Level Terendah Enam Bulan

Sebaliknya, bantal yang sudah kempes akibat berkurangnya massa di dalam akan tetap menekuk dan tidak berubah kembali.

Keberadaan noda coklat menjadi indikator kuat bahwa bantal sudah tidak layak digunakan karena tumpukan debu, bekas cairan, atau pemudaran alami yang memicu jamur.