Kebutuhan layanan perawatan dan perbaikan kendaraan listrik terus meningkat seiring melonjaknya penggunaan sepeda motor listrik di Indonesia.

Berbagai kendala dan jenis kerusakan mulai bermunculan pada motor listrik yang telah beroperasi dalam periode tertentu. Hal ini mendorong penanganan mekanis yang lebih intensif.

>>> MG S5 EV Resmi Meluncur di Indonesia, Sasar Pasar SUV Listrik Keluarga

Alfian, pemilik bengkel motor listrik AD Service Solo, menjelaskan bahwa setiap merek kendaraan listrik memiliki karakteristik berbeda. Namun, ada beberapa komponen yang paling sering mengalami kerusakan.

Baterai dan Throttle Gas Paling Rawan

Komponen utama yang paling sering membutuhkan perbaikan adalah baterai. Masalah pada penampung daya ini umumnya dominan pada kendaraan dengan usia pakai yang sudah lama.

Selain baterai, throttle gas atau pengatur kecepatan juga masuk dalam daftar komponen yang rawan mengalami kendala teknis. Faktor material menjadi penyebab utama kerapuhan komponen ini.

Mayoritas throttle gas menggunakan bahan dasar plastik sehingga berisiko tinggi pecah saat kendaraan terbentur atau jatuh. "Throttle gas itu sering rusak karena terbuat dari plastik.

Kalau terkena benturan biasanya pecah," kata Alfian kepada Kompas. com.

Selain dua komponen tersebut, suku cadang habis pakai atau fast moving juga mendominasi daftar penggantian di bengkel. Bagian yang dimaksud meliputi ban luar dan kampas rem.

>>> Prabowo Dorong Kemandirian Industri Otomotif Nasional, Pakai Mobil Maung Buatan Pindad

Penggantian ban dan sistem pengereman bukan disebabkan kerusakan struktural, melainkan penurunan performa setelah melewati masa pakai yang panjang.

"Kalau yang sering rusak ya baterai, throttle gas, lalu part yang memang sudah masa pakai seperti ban dan kampas rem," ucap Alfian.

Indikasi keausan pada ban dan kampas rem umumnya mulai terlihat setelah kendaraan melewati masa pakai di atas 1,5 tahun.

Durasi ini sangat bergantung pada tingkat intensitas pemakaian harian.

Para pengguna motor listrik sangat disarankan melakukan pengecekan secara berkala. Pemeriksaan rutin bertujuan agar kondisi setiap komponen dapat dipantau lebih awal guna mencegah kerusakan fatal.

>>> GWM ORA 7 Resmi Terungkap, Perpaduan Desain VW dan Porsche

Langkah perawatan berkala tidak hanya menjaga keselamatan berkendara, tetapi juga membantu menekan pembengkakan biaya perbaikan di masa depan.