Kasus Korupsi Badan Gizi Nasional Jadi Alarm Evaluasi Tata Kelola Program
Kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi sorotan publik.
Perkara ini dinilai sebagai alarm penting untuk mengevaluasi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).
>>> Bank BCA Buka Pendaftaran Beasiswa PPTI dan PPBP Angkatan 2027
Guru Besar Manajemen dan Kebijakan Publik Fisipol UGM, Prof Dr Phil Gabriel Lele, SIP, MSi, menilai kasus tersebut bukan persoalan yang muncul tiba-tiba.
Menurutnya, masalah ini merupakan akumulasi dari kelemahan tata kelola sejak awal pelaksanaan program.
Gabriel menilai MBG sejak awal dibangun dengan pola pengelolaan yang cenderung sentralistis dan tertutup. "Kalau sebuah program dianggap prioritas oleh presiden, karakter dasarnya adalah tertutup dan sentralistis.
Hanya sedikit orang yang terlibat dan bertanggung jawab langsung kepada presiden," ujarnya, dikutip dari laman resmi UGM, Selasa (9/6/2026).
Menurut Gabriel, model kebijakan yang dirancang di tingkat pusat lalu diterapkan secara seragam di seluruh Indonesia berisiko mengabaikan perbedaan kondisi daerah.
Tingkat kesiapan, kapasitas, hingga kebutuhan setiap wilayah tidak selalu sama.
Ia menilai pelibatan pemerintah daerah menjadi penting agar pelaksanaan program lebih adaptif terhadap kondisi di lapangan.
"Kalau pola kebijakan seperti MBG yang dirumuskan di nasional dan diterapkan di seluruh Indonesia, risikonya adalah kurangnya sensitivitas terhadap konteks lokal," katanya.
Pengawasan dan Akuntabilitas
Gabriel juga menyoroti lemahnya mekanisme pengawasan dan akuntabilitas dalam pelaksanaan MBG.
>>> BPOM Antisipasi Kelangkaan Obat Akibat Pelemahan Rupiah
Dengan anggaran yang sangat besar dan cakupan nasional, diperlukan sistem kontrol yang kuat untuk mencegah penyimpangan sejak dini.
Ia menilai pengawasan yang dilakukan lembaga seperti Badan Pemeriksa Keuangan dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan selama ini cenderung reaktif.
Update Terbaru
Geek Fam dan Bigetron Depak Dewa United serta Evos dari MPL ID S17
Kamis / 11-06-2026, 09:44 WIB
Pemerintah Temukan Penyelewengan Fasilitas PPh Final UMKM Lewat Pemisahan Perusahaan
Kamis / 11-06-2026, 09:44 WIB
IHSG Menguat ke Level 5.913 Saat Bursa Asia Melemah
Kamis / 11-06-2026, 09:44 WIB
Peran Generasi Muda dalam Menghadapi Perubahan Iklim
Kamis / 11-06-2026, 09:41 WIB
BIGBANG Gelar Konser 20th Anniversary di Jakarta 16 Januari 2027
Kamis / 11-06-2026, 09:41 WIB
FIFA Larang Jersey Timnas Haiti Berunsur Politik di Piala Dunia 2026
Kamis / 11-06-2026, 09:40 WIB
Indeks Bisnis-27 Melemah ke 406,38 pada Perdagangan 11 Juni 2026
Kamis / 11-06-2026, 09:40 WIB
Benyamin Bamburac, 15 Tahun, Raih Gelar S2 Ilmu Komputer
Kamis / 11-06-2026, 09:40 WIB
Michael Carrick Siapkan Peran Baru Kobbie Mainoo di Manchester United
Kamis / 11-06-2026, 09:40 WIB
BFriends Hadirkan Konsep Wellness Terintegrasi Pertama di Kerobokan Bali
Kamis / 11-06-2026, 09:36 WIB
Wasit Somalia Omar Abdulkadir Artan Ditolak Masuk AS, FIFA Dinilai Tak Beri Dukungan
Kamis / 11-06-2026, 09:36 WIB
Serangan Militer AS ke Iran Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia
Kamis / 11-06-2026, 09:36 WIB
Piala Dunia 2026 Dimulai, Argentina Masih Puncaki Ranking FIFA
Kamis / 11-06-2026, 09:36 WIB
Anomali Iklan Statis di Tengah Kemegahan Sepak Bola Indonesia
Kamis / 11-06-2026, 09:33 WIB






